Sudah selayaknya semua warga negara Indonesia menghargai demokrasi dan hukum, sehingga segala sesuatu peraturan/hukum yang telah ditetapkan oleh DPR maupun MA harus dihargai dan diikuti.
Teman teman semua yang dikasihi Tuhan/Allah,
Agar tidak menimbulkan salah tafsir, intinya saya cuman mau sampaikan pesan dan justru untuk menambah rukun antar golongan dan agama serta tidak ada sama sekali bermaksud SARA adalah, bahwa :
1. Islam itu adil dan bagi non muslim tidak perlu ada kekhawatiran Islam akan memaksakan apa yang menjadi kewajiban muslim kepada non muslim.
2. Islam juga sangat menghargai demokrasi dan hukum, sehingga segala sesuatu peraturan/hukum yang telah ditetapkan oleh DPR maupun MA, juga harus dihargai dan diikuti.
Agar hidup kita lebih baik, makanya pesan saya dengan tulisan itu adalah agar non muslim juga sama dengan muslim bersikap yang sama, sehingga kita hidup berdampingan dengan penuh damai dan toleran dengan berdasarkan hukum yang telah dilahirkan dari demokrasi yang telah kita sepakati.
Dengan begitu, disinformasi oleh Adnan Buyung Nasution menjadi tidak benar dan tidak perlu ditindak lanjuti
Salam,
Zaenal
At 15:22 09/11/2008, dotindo wrote:
Para “AHLI HAM” itu sekarang berlindung dibalik seruan MUI. Makanya
judul MUI itu sekarang dipakai di emailnya:p.
(Padahal biasanya MUI dijadikan sasaran makian “MUI mewakili siapa?”)
Meski seolah-olah tetap membela HAM dengan menggunakan kalimat seolah
halus ini “Namun, hukuman mati bukanlah hal yang baik”, tapi tetap
saja orang yang membaca apa yang tersirat dari emailnya
adalah “Akhirnya Amrozi dkk dihukum mati juga!”
Kalau sikap saya sih jelas. Syuhada dan bukan syuhada itu bukan
urusan manusia (baik itu keluarganya Amrozi, MUI, atau siapapun).
Ngapain ngurusin gelar orang lain, diri sendiri mati bakal masuk
surga atau neraka juga kita gak tahu
.
Terhadap hukuman mati, sikap saya juga sederhana sih. Bahwa Amrozi
dkk dihukum mati, itu hal yang wajar dalam hukum Indonesia. Biarlah
itu jadi peristiwa hukum.
Sekiranya terjadi suatu gejolak sosial, maka itu adalah suatu hukum
alam. Aksi menimbulkan reaksi, reaksi ini akan dibalas dengan reaksi
pula. Kejadian di Timur Tengah oleh Amerika diikuti oleh reaksi
Amrozi dengan Bom Bali; Bom Bali ini kemudian diikuti oleh reaksi
dengan hukuman mati Amrozi; maka sangat wajarlah jika nanti ada
reaksi dari hukuman mati ini. Seperti apa reaksinya, kita tunggu saja
(sama dengan ketika kita hanya bisa menonton saja Amerika men-support
Israel untuk membantai warga Palestina).
Dalam hal ini saya sepakat dengan Pak AZA, umat Islam disini lebih
adil. Amrozi dihukum mati, FPI dihukum. Dan MUI juga mendukung itu
tanpa banyak komentar (note: saya masih golongan mendukung
MUI).Sementara orang seperti AKBB, dll??? Berlindung dibalik kedok
HAM:)) Nggak tahu malu pula:p
Tara
At 14:36 09/11/2008, Achmad Zaenal Abidin wrote:
Iya, saya ingat dulu waktu eksekusi si Tibo cs orang orang yang mengatasnamakan LSM dan gereja sangat keberatan terhadap eksekusi si Tibo cs, sampai bakar bakaran (membakar kantor kejaksaan dsb) di NTB kalau tidak salah.
Sekarang kelihatan, bahwa yang suka menatasnamakan HAM itu adalah non muslim dan atau JIL dalam melindungi kepentingannya, termasuk membela Ahmadiyah dan anti UU Pornografi, bahkan sekarang PDS dan PDIP yang didukung Adnan Buyung Nasution menyebar issu disintegrasi bangsa hanya untuk melindungi kaum produsen pornografi dan penyebarluasan narkoba dan minuman keras
(CMIIW).
Kita lihat dan terbukti, ternyata ummat muslim Indonesia (baca Muhammadiyah dan NU) lebih konsisten dengan anti kekerasan, yang benar dibela dan yang salah harus dihukum termasuk Amrozi cs., termasuk tokoh tokoh FPI dihukum, sedangkan tokoh tokoh AKKBB, mana yang ditindak dan diuhukum ?
Nampaknya, pers dan media lebih melindungi “HAM yang suka disalahgunakan dan slogan lindungi minoritas tetapi tidak pernah lindungi/memikirkan mayoritas”? (CMIIW).
Yang adil lah semua warga negara Indonesia, baik yang muslim maupun yang non muslim.
Tolonglah melihat dengan hati yang jernih dan kepala dingin untuk memilah mana yang lebih baik untuk Indonesia dan mana yang tidak baik untuk Indonesia, dengan menghargai minoritas tetapi juga menghargai mayoritas dalam hidup yang rukun dengan pluralisme yang tidak bertentangan dengan semua agama di Indonesia.
Salam,
Zaenal
— In iaitbjakarta@yahoogroups.com, “bsdct” wrote:
>
> saya hanya heran aja, dulu waktu si tibo teroris poso itu mau
> dieksekusi mati banyak yg mengaku sbg LSM ham, penggiat ham dan
para
> pahlawan ham kesiangan itu pada teriak2 bahwa hukuman mati tidak
> sesuai lagi dg ham dan oleh karena itu hukuman mati harus
> ditiadakan…sekarang mereka itu, orang2 dan pahlawan2 ham
kesiangan
> itu pada kemana??? heran saya…jadi ham yg diomongin berbusa-busa
> itu ham apaan? hamburger?
>
> kalo saya mah orang yg memang benar ngrampas ham orang lain, ya
> hamnya juga harus dirampas yg sepadan.
>
> dan
> m83.
>
>
> — In iaitbjakarta@yahoogroups.com, “Andrianto Soekarnen”
> wrote:
> >
> > Di tengah ramainya berita di televisi seputar eksekusi teroris
> Amrozi cs
> > yang telah membunuh lebih dari 200 orang, berikut tanggapan
Majelis
> Ulama
> > Indonesia (MUI) soal status ketiganya sebagaimana dikutip
Detik.com.
> > Tanggapan ini disampaikan di tengah kemunculan pendapat di
sebagian
> orang
> > Indonesia bahwa Amrozi cs adalah pahlawan.
> > Jelas, Amrozi cs adalah pembunuh (korban mereka jauh lebih banyak
> dari yang
> > dibunuh pelaku mutilasi Ryan). Namun, hukuman mati bukanlah hal
> yang baik
> > (meski terhadap teroris, pembunuh berdarah dingin, pengedar
> narkotik,
> > koruptor, dsb).
> > Semoga Indonesia semakin damai dan kita tak akan menemukan lagi
> korban
> > terorisme di Tanah Air.
> >
> >
> > lemet
> > FI90
> > =====================
> > Minggu, 09/11/2008 10:20 WIB
> > *MUI: Amrozi Cs Bukan Syuhada*
> >
> > Oleh Chazizah Gusnita – detikNews
> > Jakarta – Terpidana mati bom Bali I Amrozi cs sudah dieksekuti
mati.
> > Ketiganya mengaku kalau mereka mati syahid atau syuhada karena
> memerangi
> > kekafiran. Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) punya pendapat
lain,
> Amrozi
> > bukan syuhada.
> >
> > “(Amrozi cs) Mati syahid tidak mungkin. Itulah orang yang
membunuh
> tidak
> > mungkin dikatakan syahid kecuali perang,” ujar Ketua MUI Umar
> Shihab kepada
> > detikcom, Minggu (9/11/2008).
> >
> > Umar mengatkan, defenisi syuhada adalah orang-orang yang berjuang
> karena
> > Allah SWT dan untuk kepentingan agama. Kalau bukan untuk
> kepentingan agama
> > bukan mati syahid. “Syahid dunia dan akhirat,” jelasnya.
> >
> > Menurut Umar, kalau dalam kondisi damai lalu membunuh, hal itu
tidak
> > dibenarkan. Tidak ada dalam agama apapun yang membenarkan
membunuh
> siapapun.
> >
> > “Saya kira tidak benar (membunuh). Kita tidak dalam perang. Kita
> dalam
> > keadaan damai dan apa yang dilakukan mereka (membom Bali) ada
orang
> Islam
> > yang terbunuh,” ujarnya.(gus/iy)
