Si Pengganjal RUU Pornografi > lindungi minoritas, mengapa tidak lindungi bahkan korbankan mayoritas ?

Afdhal, Donal dan temans,

Artikel dibawah ini merupakan bukti bahwa PKB dan PAN, bukan partai Islam seperti yang Donal gambarkan.

Salam,
Zaenal

http://zaenalaza.wordpress.com/

http://fighter495.multiply.com/journal/item/123/Si_Pengganjal_RUU-P

Sahabat pembaca,

Tak henti-hentinya para penolak RUU Pornografi melakukan tekanan demi tekanan. Sidang paripurna yang sedianya dilaksanakan pada 18 Oktober 2008 ini musnah sudah. Harapan besar akan diwujudkannya peraturan yang menjerat para industri pornografi, terganjal lagi.

Berawal dari PDIP yang menolak karena mempermasalahkan prosedur pembentukan pansus RUUP ini, hingga dalam sidang-sidangnya mereka walkout sebagai wujud penolakan dan pemasabodohan, akan isi peraturan yang sedang diproses. Tapi ternyata, di akhir ketika pansus solid akan mengesahkan setelah uji publik, tiba-tiba PDIP masuk (full team). Dengan agenda menjegal pengesahan RUUP.

Rapat demi rapat dalam pansus akhirnya semakin memanas dengan hadirnya si moncong putih sebagai partai yang mengeksploitasi “wong cilik” dalam kampanyenya. Bukannya memperlancar jalannya sidang, melainkan mereka menunda pengesahan dan mengulur waktu agar RUUP ini tidak jadi diundangkan. Tentu kita perlu bertanya-tanya, mengapa begitu khawatirnya PDIP akan RUU P ini jika disahkan?? Mungkinkah industri porno yang dijadikan musuh bersama oleh bangsa ini telah mengucurkan dananya ke PDIP?? kami hanya bisa menduga.

Manuver PDIP sebelum menjilat ludahnya sendiri untuk kemudian masuk ke dalam pembahasan pansus, mereka memprovokasi kelompok masyarakat dan jaringannya untuk melakukan penggalangan dukungan berupa aksi massa penolakan demi penolakan, mengirim fax ke pansus sehingga pansus akhir-akhir ini justru banyak sekali menerima surat penolakan RUUP, tidak hanya itu.. PDIP juga berhasil menggandeng publik figur untuk bersuara solid “Lawan RUUP”.

Ketika masuk kedalam area persidangan, wujud keberhasilan PDIP adalah melontarkan usul untuk Uji Publik tahap 2, yang kemudian dilakukan di Djogja, Sulut, dan Bali pada 14 Oktober 2008 lalu.

Uji Publik di Bali adalah uji publik yang sangat menyedihkan. Dimana media tidak malu-malu mengabarkan berita bohong, bahwa MUI Bali menolak RUUP (Media Indonesia). Selain itu, ormas Islam di Bali tak satupun diundang dalam uji publik, bahkan gubernur bali membuat press release menolak RUUP ini secara terang-terangan. Saat uji publik juga, para anggota pansus yang hadir disana justru menjadi ajang pemakian massal. Sungguh menyedihkan, jika untuk membuat sebuah undang-undang, harus minta persetujuan dulu dengan gubernur Bali.

Uji publik di Manado, juga sebuah semangat yang penting dari titik perjalanan perjuangan ini. Adalah ketika salah seorang dari saudara kami bersuara lantang melakukan dukungan, namun yang terjadi setelah itu adalah pemukulan dan makian terhadap saudara kami ini. Setelah kejadian itu, justru dia menelpon kami yang berjuang di Jakarta sambil berkata: “Saya merasa bangga dapat bersuara dalam uji publik tadi, luka ini tidaklah apa-apa, tidak akan menyurutkan langkah kita sedikitpun..”

Sahabat pembaca sekalian,

Kembali kami harus menangis dalam-dalam akan yang terjadi di belantara bangsa kita. Begitu mudah wacana berpikir dan juga alasan-alasan tidak logis para penentang RUUP ini diadopsi oleh masyarakat secara luas. Tidak lain memang dukungan media yang sangat kentara akan keberpihakannya kepada kelompok kontra RUU. Sungguh menyedihkan.

Sidang Paripurna yang sedianya dijadwalkan ulang pada 24 Oktober ini, juga terganjal. Tanggal 28 Oktober itu kemungkinan paling dekat. Namun itu semua belum pasti. Sebab sekarang yang terjadi dalam pansus, berbagai fraksi goyah. Hanya sebagian kecil dari 10 fraksi yang ada mendesak agar segera disahkan RUUP ini menjadi Undang-Undang dengan Paripurna. Tidak seperti sebelumnya.

Sahabat sekalian,

Dengan hati dan pikiran yang jernih, coba baca kembali RUUP yang sedang dibahas di DPR ini. Pasal mana yang sekiranya membenarkan alasan penolakan mereka??. Alasan demi alasan penolakan yang santer disuarakan tidak lain hanyalah dibuat-buat, hingga meneror masyarakat yang tidak tahu dan paham isi RUU ini, untuk akhirnya melakukan penolakan juga. Sosialisasi pihak kontra yang begitu santer diberitakan di media-media, sehingga membentuk pemahaman masyarakat, bahwa RUUP ini tidak layak.

Kita perlu memandang akan kemanfaatan yang diberikan peraturan ini bagi bangsa. Sedikit banyak akan menghilangkan sumber kemungkaran yang menyebabkan tingginya tingkat penyimpangan sex di Indonesia; kakek memperkosa cucunya, guru mencabuli muridnya, bahkan anak-anak SD menggilir adik kelasnya. Mereka semua sejatinya korban dari industri pornografi, yang berkembang bebas dan tidak pernah diatur oleh undang-undang.

Baca RUUP (draft tgl 14 Sept 08): http://images.fighter495.multiply.com/attachment/0/SM3aAQoKCGIAAEzAbHc1/Draft%20RUU%20Pornografi.rtf?nmid=115532804

Sebelum terlambat, berikan dukungan Anda secara langsung kepada anggota pansus, sebagai penguat dan juga pengingat konsistensi perjuangan mereka. Jangan lupa cantumkan identitas diri atau organisasi. Selamat memberikan dukungan!

yang mendukung:
Ibu Azliani Agus (PAN) : 0811752277 (beliau sangat cerdas dalam berargumen sehingga sering menemani kami dalam diskusi di berbagai media, saat ini beliau sedang sakit). Ibu Chairunisa (Golkar): 0811142386. Ibu Yoyoh Yusroh (PKS): 081385510222. Pak Balkan (Demokrat): 081383891001 (beliau ketua pansus RUUP yang sangat konsisten dari awal memimpin untuk mengawal pengesahan RUUP ini). Ali Mochtar Ngabalin (PPP): 081294999.

yang meresahkan:
Ibu Badriyah (PKB): 0811948812 (bicaranya tak berpendirian, saat uji publik di Jakarta beliau berargumen bagus sekali dan menjawab argumen penolakan kelompok kontra, namun 2 hari setelah itu media memuat komentar beliau untuk melakukan penundaan, orang2 seperti dia yang menggerogoti pansus dari dalam, secara frontal juga tokoh besar PKB = Gusdur, melakukan penolakan). Ibu Latifah (PAN): 0811252011 (beliau merupakan upline LBH Apik, yang seolah mewakili suara perempuan melakukan penolakan, dengan alasan perempuan dikriminalisasikan dgn adanya RUU ini, LBH Apik sampai sekarang menolak RUUP).

Jangan pilih PDI-P, dari dulu mereka gak suka sama islam, aneh padahal pimpinannya orang islam. jangankan islam sama kebaikan yang sudah universal saja mereka menolak.
wong anggotanya penikmat penikmat syahwat (sudah ada contohnya lhoo).. gimana bisa PDI-P diharapkan..

[]Ibu Azliani Agus (PAN) : 0811752277 (beliau sangat cerdas dalam berargumen sehingga sering menemani kami dalam diskusi di berbagai media, saat ini beliau sedang sakit). []
oh, jadi ibu azlaini sedang sakit??? ayo berdoa untuk kesembuhan beliau!!! tetep semangat!!!!

jujur, miris juga. miris banget, malah. sedih.
pengen nangis. apalagi pas baca tulisan ka2k.

moga diberi semangat lebih lagi biar jauh lebih bersemangat. hehe…

jadi inget, temen pernah bilang:
‘kenapa perjuangan ini terasa pahit? karena sesungguh nya kemenangan adalah suatu hal yang amat manis’

*rada gak nyambung… tapi moga bisa jadi penyemangat buat kita semua!
ayo… berjuang!!!!

kirim tanggapan dan dukungan anda terhadap RUU pornografi ke SMS Center 081380123450
Ketik : RUU(spasi)alasan perlunya RUU,nama,alamat domisili.

sebarkan ke muslim yang lain
lewat milis atau blog

SMS center ini dibuat salah satunya atas usul Ust. Ferry Nur
beliau berapi-api membicarakan RUU ponografi ketika khotbah jumat di masjid ARH UI Salemba Jumat kemarin(17/08/08)

Tetap smngat brjuang saudara2ku..Kami akan terus mendukungmu.!!!!


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.