Saatnya punya Asean atau OKI currency karena rugi menggunakan USD yang terus merosot sebagai patokan
Temans,
Metro TV/Media Indonesia pernah memberitakan bahwa menurut Ahmadinejad/Presiden Iran, harga minyak mentah yang telah naik lagi menjadi USD 117/barrel adalah disebabkan Amerika terlalu banyak mencetak uang kertas USDnya.
Apakah hal tersebut terjadi karena Amerika terlalu banyak pengeluaran untuk membiayai perangnya di Irak dan Afghanistan lalu tidak lagi tidak menggunakan emasnya sebagai jaminan pencetakan uang USDnya ?
Kenyataan lainnya adalah nilai tukar USD terhadap GBP/Poundsterling Inggris telah mancapai 2USD/GBP
Kenyataan lainnya adalah nilai tukar USD terhadap Euro/Mata Uang Eropa telah mencapai 1.56USD/Euro.
Ini berarti harga minyak bagi negara negara Eropa dan Inggris mengalami penurunan karena nilai USD yang merosot terus ?
Sudah saatnya Pemerintah RI memikirkan/mempercepat pembentukan Asean currency unit dan atau OKI currency unit sebagai pengganti rupiah atau tidak menggunakan USD sebagai patokan nilai tukar.
Salam,
Zaenal

Tinggalkan Balasan