Produk nasional vs import

Mohon dong p Kusmayanto K, Ikhwan, Muslimin N, Prabowo, Adi Sasono, Dedi P, Marzan yang duduk di Pemerintahan, DPR dan Bappenas,

Agar memberikan arahan diskusi dan atau usulan usulan dari anggota milist tentang bagaimana produk dalam negeri lebih diprioritaskan dengan insentif insentif tertentu dan atau peraturan peraturan tertentu sehingga produk dalam negeri lebih berkembang makin kompetitif bahkan bisa export lebih banyak.

Begitu pula perlunya diadakan management mitigasi resiko riset dan sumber pembiayaan risetnya dari Pemerintah atau jika memang diharapkan dari swasta, ya dikasihlah insentif insentif pajak dan sebagainya seperti di China yang setiap produk export diberikan insentif pengembalian dana yang besarnya tergantung kepada prioritas industri mana dulu yang akan dikembangkan menguasai pasar dunia.

Salam,
AZA

At 11:10 31/01/2008, Indera Sadikin wrote:

Betul sekali Pak Roy.

Dari dulu (dan sampai sekarang) kita cuma diskusi kebijakan ini itu tanpa hasil. Produsen nasional tidak bisa maju tanpa dukungan konsumen nasional. Selama ini produsen nasional selalu dituntut memberikan produk berkualitas. Ibarat perang, produsen disuruh maju sendiri ke garis depan. Belum apa2 sudah mati duluan. Para konsumen nasional tidak mau ikut berkorban dan tunggu hasil saja di garis belakang.

Kalau mau Indonesia maju, produsen dan konsumen sama2 maju dan take the bullet together. Kalau saya sebagai produsen kena tembak 4 peluru, Anda sebagai konsumen ikut kena tembus 1 atau 2 peluru lah. Kalau konsumen pakai produk nasional, sisihkan dana lebih sedikit untuk antisipasi repair, troubleshooting dan downtime. Toh masih ada sisa karena harga produk lokal bisa lebih murah. Jangan cuma bicara cinta produk nasional tapi begitu tiba saat beli barang malah impor dengan berbagai alasan.

regards,
IS
Roy Djanegara wrote:

Teman2,
apapun yang kita bisa buat kalau tidak didukung oleh kita sendiri tidak akan jalan. Bangsa kita masih bangga menggunakan produk luar negeri (barang import) saya pikir sudah waktunya bangsa kita dibuat bangga dengan produknya sendiri, lebih bangga dengan memakai produk luar negeri.
Misalnya setiap produk buatan Indonesia diberi stiker bahwa itu buatan Indonesia, dan untuk itu produsennya diberi keringanan pajak, sehingga ada keuntungan finansial yang cukup signifikan, sehingga harga jualnya bisa bersaing dengan buatan cina.
Tapi kebanggaan akan produk nasional ini harus dimasyarakatkan, baik melalui iklan di TV koran atau mass media lainnya.
Sebagai perbandingan di Australia, setiap barang buatan Australia diberi sticker segitiga hijau, sehingga kita semua tahu itu barang produk lokal.
Wassallam
Roy Djanegara AR-77


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.