Penghematan biaya pemilu 2009/pilkada yang puluhan trilyunan jumlahnya dengan cara voting online/sms/electronic.
At 02:35 07/12/2007, witarto adi wrote:
Achmad Zaenal Abidin <zaenal@pbi-ltd.com> wrote:
- Subject: [indonesia] Penghematan biaya pemilu 2009/pilkada yang puluhan trilyunan jumlahnya dengan cara votingĀ online/sms/ electronic.
- Teman teman alumni ITB,
- Mumpung inget karena mendengar SBY sedang memikirkan bagaimana caranya biaya pemilu 2009 yang puluhan trilyun rupiah, begitu juga pilkada yang setiap saat berlangsung di masing masing Kabupaten/Kota/propinsi bisa dihemat sehingga bisa lebih dimanfaatkan untuk program program yang lebih urgent misalnya pengentasan kemiskinan dan atau peningkatan anggaran pendidikan serta program pembangunan lainnya.
- Mungkinkah bisa dibuat sistem pemilu secara online/sms/electronic untuk masyarakat Indonesia ? begitu juga sistem kampanyenya yang menghabiskan biaya puluhan milyar bagi masing masingĀ kontestan baik Presiden, calon anggota DPR, Bupati, Walikota, Gubernur termasuk pemilihan Ketua apapun.
- Kalau anggota milist Indonesia next better bisa memecahkan dengan membuat sistem pemilu dan sistem kampanye yang bisa menghemat jauh biaya pemilihan dan kampanye secara manual, maka jelas hal ini merupakan salah satu sumbangan kita untuk membuat Indonesia lebih baik kedepan termasuk bahkan sistem pemilu dan kampanye tersebut bisa dijual diseluruh dunia software, hardware maupun brainwarenya.
- Salam,
- AZA
- No virus found in this incoming message.
- Checked by AVG Free Edition.
- Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.15/1173 – Release Date: 05/12/2007 21:29
From: Achmad Zaenal Abidin <zaenal@pbi-ltd.com> AZA. Ini ranah / domain sosial politik.
Tidak bisa begitu saja kita nilai dengan metoda efisiensi atau penghematan yang ada di domain ekonomi.
Juga tidak bisa begitu saja diberi solusi dengan salahsatu bentuk teknologi, yaitu internet atau SMS handphone atau alat elektronik.Wilayah Indonesia luas. Hanya sekitar lima puluh persen ada listriknya. Walau Anda punya Handphone, namun di wilayah tanpa listrik tidak ada BTS untuk menyalurkan data yang dikirim oleh SMS Handphone Anda. Contohnya pulau-pulau terpencil di Maluku. Di pulau Buru, coverage HP hanya 50%. Di Saparua menyedihkan. Di Seram banyak hutan, HP tidak jalan di semua wilayah di situ. Lalu pulau-pulau kecil di daerah Maluku Tenggara dan Maluku Tenggara Barat.
Di perbatasan dengan Malaysia, seperti Putus Sibau, atau pulau Mianggas yang berbatasan dengan Philiphina, di situ telekomunikasi ndhak jalan. Telekomunikasi agak bagus infrastrukturnya hanya di pulau Jawa. Tapi coba Anda ke daerah Jawa Barat bagian selatan, di situ sinyal parah, banyak blank spot.
Jika Anda ingin Anda terapkan voting melalui peralatan elektronik, Anda harus menjamin HP atau alat komunikasi jalan di seluruh wilayah Indonesia.
Jika Anda ingin alat komunikasi jalan di seluruh wilayah Indonesia, maka Anda harus menjamin listrik tersedia untuk melistriki minimal antenna transmisi datanya.
Itu dari sisi peralatan elektronik.
Bagaimana jika dipisah ? untuk daerah yang bisa dialiri listrik maka pakai sistem electronic/sms/voting online, sedangkan untuk daerah yang belum ada listriknya masih pakai sistem manual seperti biasa ?
Dari sisi manusia sebagai operator telekomunikasi, serta juga operator yang menyalurkan prosuder pemilihan, itu perlu pendidikan yang memadai.
Kalau soal pendidikan sama saja, mau pakai electronic/sms/voting online atau manual semuanya memerlukan pendidikan.
Siapkan sarana telekomunikasi dan listrik. Juga siapkan manusianya, baik sebagai pemilih, operator sarana, maupun operator prosedur pemilihan yang jujur, sehingga suara nggak akan mudah dimanipulasi.
Itu tidak bisa dilaksanakan hanya dalam waktu semalam…
![]()
Pasti dong, memikirkan sebuah sistem yang sangat besar energinya/biaya puluhan trilyun tidak mungkin dalam 1 malam, tetapi mudah2an melalui diskusi2 tahap demi tahap akan makin mengerucut masalah yang krusial dimana untuk bisa di solve
Salam,
AZA
Itu yang terpikir oleh saya.
salam,
wa

Tinggalkan Balasan