Bisa percepat swasembada kedelai ? was Re: [indonesia] Re: Organik hanya padi saja atau ada tanaman lainnya juga?
At 16:36 15/01/2008, Utju Suiatna-GEC wrote:
Bang AZA dan rekans yang tertarik dengan visi indonesia mandiri pangan,
Pupuk organik yang dapat dikembangkan sendiri dengan mudah ini dapat diaplikasikan ke pertanian padi, sayuran, juga tanaman lainnya,
Apakah termasuk bisa untuk mempercepat swasembada kedelai ? apa saja perbedaaan kedelai Indonesia dengan kedelai Amerika ? Brasil? myanmar ?
Seberapa jauh pengaruh iklim agak dingin/sub tropic ke kesuburan dan kebesaran output hasil kedelai ? atau bibitnya yang memang beda ? harus import ?
Apakah telah ada yang mencoba untuk tanaman singkong mukibat dan jarak pagar ? atau sawit ?
lalu ke perikanan
Untuk budidaya ikan tawar atau laut untuk disinergikan dengan posting Rekan Agus Supangat “laut Nusantara” Got more fish from Aquaculture ?
dan peternakan……..
Apakah untuk peternakan juga telah teruji ? untuk peternakan jenis hewan apa ? sapi limousine ? atau sapi apa ? kambing ? ayam/bebek ?
Pupuk organik terbagi dua yaitu yang padat atau kompos juga yang cair atau MOL (MikroOrganisma Lokal). Kompos penggunaannya ditebar sedangkan MOL di semprotkan. Kompos mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman seperti unsur N, P, K, dan unsur minor lainnya sekitar 20 jenis. Sedangkan MOL mengandung bakteri-bakteri yang dapat mempercepat dan menyempurnakan proses pengkomposan. Jadi kombinasi kompos dan MOL ini untuk tanaman apapun sangat baik (MOL ini seperti yakult kalau untuk manusia). MOL dari bahan tertentu seperti dari ikan asin dapat dengan cepat mengeluarkan belatung dan belatungnya tsb sangat baik untuk pakan ikan dan unggas. Kemudian juga MOL dari nasi ketan sangat baik untuk proses penggemukan sapi (kata teman2 peternak yang sudah mencoba bisa meningkatkan bobot sekitar 200 gr/hari). Rekan2 dari Biologi
Apakah ada rekan yang bisa mengusulkan siapa akhli biologi yang menguasai hal tersebut ? emailnya apa untuk kita undang masuk sebagai member milist Indonesia next better?
tentunya yg lebih canggih dlm pemahaman dan penguasaan teknologi organik ini, kalau saya mungkin masih ada melencengnya dikit. GEC akan mengembangkan penggunaan kompos ini baik untuk pertanian juga untuk perkebunan, kemudian penggunaan MOL akan dikembangkan selain untuk pengembangan pertanian dan perkebunan juga untuk peternakan dan perikanan. Insya Allah semua pengembangan ini akan coba di pusatkan di Subang
Seluas area berapa hektar ? untuk peternakan, pertanian, perkebunan dan perikanan sekaligus ?
Bagaimana dengan konsep yang diusulkan Rekan Witarto pakai sistem Agrotechnopark ?
Salam,
AZA
bersamaan dengan lokasi untuk outbond training dan pelatihan SRI selain lokasi pelatihan lainnya yang akan dikembangkan yaitu di Sapan-Gedebage, Bandung dan Cilember (Cisarua). Penggunaan pupuk organik di padi sudah dilakukan di Sapan (tapi masih beli), untuk perkebunan segera dilakukan di Subang dan Cisarua sedangkan untuk perikanan dan peternakan di Subang dalam satu atau dua bulan kedepan. Kotoran ternaknya dapat digunakan jadi bahan kompos dan urine ternaknya untuk bahan MOL, jadi muter disitu2 juga.
Mudah2an tidak perlu lagi impor beras dan impor sapi.
Salam,
UtjuAchmad Zaenal Abidin <zaenal@pbi-ltd.com> wrote:
- Kang Utju,
- Apakah pengembangan tanaman organik hanya untuk padi saja atau bisa diterapkan untuk tanaman lain juga ?misalnya kedelai, sinkong/tapioka, jarak pagar ? dan komoditas pertanian lainnya agar bisa meningkat produktifitasnya, baik untuk bahan makan maupun BBM non fosil?
- Salam,
- AZA
- At 08:14 30/12/2007, Utju Suiatna-GEC wrote:
- Subject: Ganesha Tour and Adventure
- Date: Sun, 30 Dec 2007 07:59:49 +0700
- Bandung, Sabtu 29 Desember 2007
- Untuk pengembangan unit usaha Ganesha Tour and Adventure/GTA, Ganesha Entrepreneur Club/GEC mengadakan survey lokasi untuk pengembangan outbond training di daerah Bandung Utara.
- Lokasi outbond training ini rencananya akan di integrasikan dengan pusat pelatihan pertanian padi dengan metoda SRI-organik dan ekowisata. Untuk lokasi outbond trainingnya sendiri sebenarnya ada 3 calon lokasi, dan yang sudah disurvey oleh pengurus GEC baru 2 lokasi. Lokasi yang pertama lebih menampilkan natural hutannya yang memiliki juga air terjun yang cukup indah dengan air yang sangat dingin walaupun disiang hari, dan fasilitas penunjang ekowisatanya yang sudah ada berupa kebun anggrek, kebun strawberi, berkuda, dll. Lokasi kedua memiliki potensi lain yaitu kemungkinan pengembangan untuk arung jeram. Lokasi kedua juga tampaknya lebih siap untuk digarap dan lebih cocok untuk pusat pelatihan pertanian padi dengan metoda SRI-organik dan pada musim tanam sekarangpun akan mulai melakukan uji coba pertanian padi dengan metoda SRI di satu lokasi lahan milik tokoh masyarakat untuk dijadikan percontohan dengan bimbingan dari GEC melalui ABG. Kemudian untuk pembuatan fasilitas flying fox dll, di lokasi kedua ini juga lebih menarik, juga bisa digabung dengan wisata cagar budaya yang ada disana. Lokasi tempat untuk pelatihan pertanian dengan metoda SRI-organik yang nantinya akan dikelola oleh Ganesha Entrepreneur Institute/GEI dan AgriBisnis Ganesha/ABG tampaknya lebih siap dilokasi kedua ini. Survey lokasi di kedua tempat dengan tim berjumlah 19 orang, dipimpin President GEC Amar Rasyad/TK’77 dan diikuti pengurus GEC lainnya (Utju Suiatna/FT’87 VP-Operations, Firdaus Ishak/BI’92 VP-Finance dan Niknik Pramanik/BI’93 VP-Public Relations), juga anggota GEC (Diar Risdiana/DI’00 Director-GTA, Agung Kurniawan/SBM’04 Director-GEI, Dedi Ruhiat/GM’92 Director-Ganesha Multi Media/GMM, Koko Sondaka/SR’77 Director-Ganesha Art & Techno Gallery/GTA, Naftalia/DV’02) serta para alumni ITB yang berdomisili di Jawa Barat seperti Kusmaya/FA’77 (Pengurus-IA ITB Jabar), Wawan (Kita Food), dll. Perjalanan menuju hutan dilokasi pertama membutuhkan waktu antara 1,5 – 2 jam atau pulang pergi sekitar 3,5 jam.
- Tim survey berangkat dari Bandung pada jam 06.00 start di Sekretariat IA ITB-Jawa Barat Jl. Cimanuk No. 5A dan baru kembali ke sekretariat IA ITB Jabar sekitar jam 21.00. Survey masih akan dilanjutkan pekan depan untuk mencoba jalur rencana lokasi arung jeram. Diharapkan lokasi yang akan dikelola oleh GTA ini akan dapat segera difungsikan dalam waktu dekat. Untuk rekan-rekan alumni yang tertarik dengan paket outbond training ini walaupun belum kami publikasikan paket-paketnya, dapat menghubungi kami agar mendapatkan fasilitas harga khusus. Yang akan kami tawarkan juga adalah pelatihan mengenai pola pertanian SRI-Organik, dan untuk kemandirian dari segi pembimbing pelatihan direncanakan pada tanggal 7 Januari 2008 – 12 Januari 2008 saya sendiri dan salah seorang staf GEC akan mengikuti pelatihan pertanian organik ini disalah satu pusat pelatihan pertanian SRI yang sudah terlebih dahulu didirikan. Untuk yang berminat mengenal pola pertanian SRI ini GEC melalui GMM sudah membuat VCD panduannya, silahkan hubungi kami dengan biaya penggantiannya sebesar Rp. 50.000,- .Usaha yang ditangani GTA ini akan diintegrasikan dengan usaha-usaha alumni yang existing seperti untuk merchandise dan oleh-oleh yang akan dijual disekitar lokasi akan dibuat oleh usaha alumni dibidang arts/craft yang sudah ada dan saat ini memang sudah aktif berkomunkasi dengan GEC, demikian juga dengan oleh-oleh makanan misalnya coklat imeut atau kripik buah Kita Food, juga material publikasi akan ditangani oleh usaha rekan-rekan alumni seperti Big Stamp, Geka, Pertamaco atau lainnya. Untuk ekowisata bisa mengunjungi misalnya tempat produksi kripik buah-buahan Kita Food, perkebunan bunganya Pak Haryanto Dhanutirto, dst.
- Mudah-mudahan rencana-rencana GEC ini dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat termasuk rencana pembentukan unit usaha lainnya seperti Ganesha Auto Station yang merupakan pengembangan dari UrBan Motor yang merupakan usaha yang sudah exist saat ini, juga Koperasi Ganesha Entrepereneur Club Syari’ah dan lain-lainnya.
- Salam,
- Utju Suiatna/FT’87

Tinggalkan Balasan