Biji karet juga mengandung minyak bakar dan berpotensi sebagai BBN ?
Rekans,
Kemarin dalam perjalanan pulang, saya ngobrol dengan samping saya seorang pengusaha yang mempunyai kebun kelapa sawit.
Dalam ngobrol tersebut saya membicarakan tentang BBN yang jika bahan bakunya tetap CPO akan tidak kompetitif sehingga harus dicari alternatif pengganti sebagai bahan bakunya.
Sekarang disamping jarak pagar dan hitaullo, beliau juga menceritakan bahwa zaman belanda dulu, biji karet juga suka dipakai penduduk untuk diambil minyaknya untuk dijadikan minyak lampu yang berarti bisa dibakar juga.
Apakah ada rekans yang tahu dan bisa kasih pencerahan ? jika benar, maka potensi pengganti CPO menjadi lebih banyak sehingga jika digunakan jarak pagar, hitaullo dan biji karet, maka harga CPO pasti akan turun seiring dengan turunnya demand CPO sebagai bahan baku minyak nabati
Salam,
AZA

YA MEMANG BENAR, KETIKA ITU SAYA LAGI NGANGGUR DAN AKU BERFIKIR BAGAIMANA CARA DI DESA SAYA YANG KECIL INI YANG PENUH DENGAN POHON KARET BISA MENGHASILKA UANG DAN AKU PUN MENGUNAKAN IMAJINASI SAYA DAN KETIKA ITU SAYA TERFIKIR KENAPA BIJI KARET ITU TIDAK DI GUNAKANKAN UNTUK BBN DAN DISITU LAH AKU MENELITINYA,DARI HASIL PENELITITAN SAYA BIJI KARET DENGAN BIJI JARAK ZATNYA HAPIR SAMA DALAM SISTEM PEMBAKARA,JIKA INGIN HASIL YANG LEBIH BAIK BIJI KARET DI PENYEUM(DALAM BAHASA SUNDA)/ MEMAKAI KARBIT TERUS DITIMBUN SAMA TANAH SAMPAI ASAK(DALAM BAHASA SUNDA) AGAR MENJADI MINYAK YANG BAGUS,selai itu biji karet juga bisa dijadikan bahan dasar tepung/aci/terigu.sayang sasekarang lagi di cibitung jadi penelitiaan saya tidak di lanjutkan.