Apakah telah ada battery penyimpan energy besar ? bagaimana produk lokal ? butuh pemikir? was Ingin berbisnis di Industri ICT – “Ride the Wimax revolution”

Indera dan Rekans,

Lebih baik dijelaskan apa saja kendala tentang pemakaian battery untuk reservoir energy selama ini ?
Apakah dengan battery ang telah ada tidak mampu dengan kapasitas AH yang besar ? atau voltase yang tinggi ?
Bagaimana dengan prekembangan battery produk lokal ? apakah masih masih terbatas kepada attery untuk mobil saja yang lokal ?

Maksud “terbukti insinyur dan pengusaha gagal berpikir dalam hal esensial akibat tertutup duit. Just my 0.02 dollar.” gimana ? apakah bisa dijelaskan lebih lanjut ? supaya bisa ditindak lanjuti ?

Salam,
Zaenal

At 10:19 24/04/2008, Indera Sadikin wrote:
Mas Ramelan,

Mungkin ini sebabnya ITB dan Indonesia tidak maju2. Cetaknya insinyur tukang rakit saja. Kemudian mau cetak industrialis, pengusaha, dll. Tidak ada yang mau jadi ilmuwan atau pemikir. Insinyur tukang rakit dan pengusaha cuma lihat untung rugi. Beramai2 ekstrak minyak dari jagung dan singkong padahal itu buat dimakan, akibatnya bahan makanan jadi serba mahal. Sekarang sibuk beramai2 mau bikin proyek turbin angin, sel surya, mikro-hidro bermega2 watt seperti oil rush jaman dulu. Tapi lupa mau disimpan dimana, padahal sumbernya fluktuatif.

Belum pernah dengar diskusi soal batere penyimpan energi renewable atau reservoir energi di milis ini. Reservoir energi adalah tema yang hot di antara para ilmuwan renewable energy saat ini, turbin dan berbagai macam sel generator sudah teknologi puluhan tahun lalu yang terus disempurnakan. Mungkin sudah karakter manusia negara tropis yang tidak perlu kuatir dengan waktu, mau makan kapanpun tinggal jalan2 keluar dan petik buah yang ada sepanjang tahun. Tidak seperti negara 4 musim yang manusianya menghargai waktu. Sistem penyimpanan makanan sama pentingnya dengan berburu makanan. Kembali ke topik awal, jadi ITB juga wajib mencetak ilmuwan karena terbukti insinyur dan pengusaha gagal berpikir dalam hal esensial akibat tertutup duit. Just my 0.02 dollar.

Indera
_____________________________________
Indera Sadikin on Mozilla Thunderbird

SW Ramelan wrote:
tukang insinyur seyogyanya tidak hany amerakit dong, tetapi harus mampu mengetahui apa sih yang harus dikerjakannya, kemudian memahami mengapa harus begitu mengerjakannya, kemudian berfikir bagaimana lebih menyempurnakan cara mengerjakan disesuaikan dengan situasinya, agar mendapat keluaran lebih baik. Dengan demikian, industrialis yang mempekerjakannya akan dapat menjual dengan lebih bersaing.

Kalau semua menjadi interpreneur tetapi tidak ada tukang insinyurnya …. gimanaya jadinya? Mengetahui, memahami apa itu interpreneur/ pengusaha/ industrialis itu baik. Menjadi mereka juga baik, tetapi menjadi tukang insinyur dengan sikap seperti di atas juga baik dan diperlukan loh. Apalagi dia itu putri-putra terbaik Indonesia.

Salam,


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.