Demi Ketahanan Ekonomi, yang terbaik adalah regulated market & foreign exchange rate, tanpa bunga/riba, less collateral

Bukankah tujuan kita diskusi adalah untuk mencari nilai uang yang pada dasarnya stabil ? dengan jaminan emas atau apapun asset lain yang diakui International ?
Bagaimana dengan pengaturan nilai tukarnya antar valuta satu negara terhadap negara yang lain ?

Walaupun jaminannya emas sekalipun klo sistemnya terlalu bebas dengan “seolah pemain jual beli valuta yang hanya sebagian kecil orang/perusahaan dianggap sebagai pasar”, padahal pasar kita/Indonesia yang sesungguhnya adalah 230 juta penduduk, maka Indonesia akan mudah diserang dalam perang ekonomi, karena perang dizama sekarang bukan hanya perang dari sisi militer.

Buktinya tahun 1997, indonesia sangat mudah diserang dengan capital flight yang sangat besar oleh kelompok yang dipicu oleh George Soros yang mengakibatkan rush USD dari 2300/USD sd 15000/USD dan GBP sampai dengan berharga 25000/GBP, yang akhirnya mengakibatkan krisis moneter dengan segala akibatnya termasuk IPTN “dikebiri” dsb karena penyerang tidak suka dengan Indonesia sebagai negara demokratis muslim terbesar didunia menjadi kuat secara ekonomi, teknik, makmur dan adil.

Salam,
Zaenal

At 07:24 21/09/2008, Sang Nandar wrote:
Wah pak bos, kita kan sedang membahas sistem berbasis emas. Kalau uangnya
tidak ada karena penjamin emasnya tidak ada mau stock management secanggih
apapun ya nggak bakalan tembus, lha kalau uangnya nggak ada karena nggak
bisa dicetak yang mau di-manage apa?

-Nandar-

—–Original Message—–
From: itb-bounces@ [mailto:itb-bounces@] On Behalf Of
Achmad Zaenal Abidin
Sent: Sunday, September 21, 2008 6:10 AM
To: itb@; itb77@
Subject: Re: [Itb] Kapitalisme dan Krisis Global >> yang terbaikadalah
regulated, tanpa bunga/riba, less collateral

Kalau soal pengadaan uangnya sih merupakan persoalan management stock
foreign exchange currency yang tidak hanya secara fisik berbentuk
bank note (yang di Indonesia dianggap barang mewah karena tidak boleh
ada lipatan :-( ), tetapi juga bisa berbentuk devisa (maksudnya
deposit/giro dalam valuta asing) yang Bank dengan mudah melakukan
interbank call money (pinjam) overnight, 1 minggu, 1 bulan dsb jika
sedang alami ketiadaan stock/saldo.

Persoalan utamanya adalah bagaimana menjaga agar nilai tukar/exchange
rate suatu mata uang tidak hanya berdasarkan supply/demand para
pemain jual beli valuta saja (sehingga tidak adil dan tidak riil
karena tinggi rendahnya suatu harga barang/inflasi suatu bangsa
seperti Indonesia yang berjumlah 230 juta orang ditentukan oleh
segelintir pemain valuta), melainkan seharusnya dikaitkan dengan
misalnya neraca perdagangan antara negara, income per capita, GDP dsb
yang BI menentukan/menghitungnya sedangkan bursa valuta hanya sebagai
sub/agen perpanjangan jual beli dari BI saja, sehingga nasib negara
tidak ditentukan oleh para spekulan valuta.

Salam,
Zaenal

At 03:58 21/09/2008, Sang Nandar wrote:
>Pada skenario itu Andi punya uang 200jt IDR yang berasal dari hasil jualan
>PC rakitannya di Mangga Dua selama 3 bulan dan uangnya dia simpan di bank.
>Permasalahannya adalah ketika Andi mau menukarkan 90jt IDR uangnya ke 10rb
>USD, dollarnya tidak ada. Kenapa dollarnya tidak ada karena Fed belum cetak
>dollar lagi.
>Trading antar negara itu kan seperti ini:
>Andi punya uang 90jt IDR, John punya motherboard seharga 10rb USD. John
>tidak mungkin menerima 90jt IDR karena IDR tidak terdefinisi di pasar US,
>karena itu Andi harus convert dulu 90jt IDR nya ke 10rb USD (via BI dan
FED)
>dan dia bisa beli motherboard-nya John.
>BI dan FED punya perjanjian money exchange. BI punya X IDR dan Fed punya Y
>USD, lalu X dan Y dipertukarkan. Uang Y USD yang dimiliki BI dipergunakan
>untuk pembelian barang dari Amerika seperti Andi yang beli motherboard
John.
>Uang X IDR yang dimiliki Fed dipergunakan untuk pembelian barang dari
>Indonesia misalnya S (Sarah, penduduk Amerika) beli batik Jogja.
>Karena Fed kehabisan cadangan emas maka Fed tidak bisa cetak dollar, maka
BI
>tidak bisa melakukan penukaran IDR-USD dengan Fed dan buntutnya Andi tidak
>bisa membeli motherboard John.
>Dan selama Fed belum cetak dollar maka bukan cuma John tapi seluruh
pedagang
>di Amerika tidak bisa menjual barangya ke luar negeri.
>
>-Nandar-
>
>—–Original Message—–
>From: itb-bounces@ [mailto:itb-bounces@] On Behalf Of
>Kuroda Takumi
>Sent: Saturday, September 20, 2008 10:05 AM
>To: itb@
>Subject: Re: [Itb] Kapitalisme dan Krisis Global >>
>yangterbaikadalahregulated, tanpa bunga/riba, less collateral
>
>Err……..
>
>Org yg di contoh itu beneran punya duit 10rb dollar …. ? @_@
>
>Uang itu haruslah dihasilkan dari perdagangan, bukan dicetak dari
>ruang kosong …
>Klo contohnya kayak gitu, berarti angkanya ada tapi tidak ada nilainya
>kan? 10rb dollarnya itu muncul dari mana …..? Tolong dijelaskan asal
>usulnya …..
>
>Soal contoh yg the fed itu, pola pikirnya yg harus diubah. Klo mau
>dapat uang, juallah suatu komoditi brg/jasa ke negara lain. Ntar kan
>ada lagi uangnya. Kalau sampai dia ngga punya uang seperti itu berarti
>perekonomiannya ngga jalan dong…
>Selama ini the fed itu udah keenakan bisa bikin duit seenaknya, entah
>dari mana asalnya …. Wajar saja klo amerika sekarang krisis.

~ oleh Achmad Zaenal Abidin di/pada Oktober 23, 2008.

Tinggalkan Balasan