SOSIALISASI PROGRAM KERJA UNTUK MENCAPAI KEHIDUPAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK, ADALAH :

•Maret 9, 2009 • 1 Komentar

1. Jadikan kemampuan manusia sebagai jaminan kredit untuk pemerataan usaha dengan kontrol rekening/penjualan.
2. Hilangkan unsur riba dari bursa saham dan valuta asing, sehingga harga/ekonomi lebih pasti/stabil, tidak naik turun secara tajam.
3. Gencarkan pembuatan/pemakaian pupuk mandiri dan tanaman organik, sehingga hasilnya lebih banyak dan tinggi harganya.
4. Bebaskan rakyat dari jeratan hutang dan harus jual dengan harga rendah hasil keringat yang tidak adil.
5. Pengaturan kembali kepemilikan/penggunaan tanah/laut untuk mandiri pangan/energi dan petani/nelayan makmur.
6. Gratis pendidikan sampai SLTA untuk keluarga pra sejahtera, pendalaman ilmu pengolahan potensi lokal dan gencarkan penjualan hasil produksi/tani/nelayan pakai internet/blogsite gratis.
7. Utamakan karya bangsa sendiri, untuk memperluas lapangan kerja dan mengurangi pengeluaran import yang mahal.
8. Pengaturan kembali kontrak/kerjasama dengan asing dalam pengelolaan kekayaan alam untuk lebih mementingkan keperluan nasional.
9. Anti korupsi dan gaji dipotong 50% (separo) untuk dikembalikan kepada rakyat, antara lain untuk santuni yatim/piatu/pesantren.

Salam,
Ir.H.Achmad Zaenal Abidin IPM.

PMB / PARTAI MATAHARI BANGSA SEBAGAI JEMBATAN MENUJU INDONESIA BAHAGIA, RESMI CALONKAN PROF.DR.H.M.DIN SYAMSUDDIN MA. KETUA UMUM PP MUHAMMADIYAH SEBAGAI PRESIDEN RI 2009 S/D 2014.

•Desember 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

CARA CARA MEMBUAT PUPUK DARI SAMPAH/KOTORAN DAN MENJUAL HASIL SAMPAH :

•Desember 18, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

PROFIL, KOMMITMENT, PROGRAM KERJA PARA CALEG DPRD, DPR RI / PUSAT PMB YANG PRO RAKYAT DAN KANDIDAT CALON PRESIDEN/WAKIL.

•November 29, 2008 • & Komentar

KH. AHMAD DAHLAN (PENDIRI MUHAMMADIYAH), KYAI HASYIM ASY’ARI (PENDIRI NU) DAN RA.KARTINI, TERNYATA MEREKA SAUDARA SATU GURU.

•November 22, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

K.H. Ahmad Dahlan: Reformis dan Pembaharu Ajaran Agama

“Semua ibadah diharamkan kecuali yang ada perintahnya dari Nabi Muhammad”, itulah ajaran utama dari K.H.
Ahmad Dahlan. Ajaran ini terus dipegang oleh anggota Muhammadiyah sampai sekarang. Ini juga reformasi yang dilakukan oleh K.H. Ahmad Dahlan terhadap ajaran agama yang berlangsung saat itu di Jawa. Oleh karena itulah Ahmad Dahlan mengatakan ziarah kubur dan meminta kepada kuburan dilarang.

Ahmad Dahlan juga melarang penyembahan dan perlakuan yang berlebihan terhadap pusaka-pusaka keraton seperti keris, kereta kuda, dan tombak tapi pihak keraton tetap saja melakukan. Ahmad Dahlan juga hendak membetulkan arah kiblat di Masjid Keraton tapi pihak keraton menolak.

Ahmad Dahlan lalu berhenti dari pekerjaannya sebagai ‘ketib’ (khatib) keraton. Dahlan juga mereformasi sistem pendidikan pesantren yang menurutnya tidak jelas jenjangnya dan tidak efektif metodenya karena mengutamakan menghafal serta tidak merespons ilmu pengetahuan umum, Dahlan juga memurnikan agama Islam dari percampurannya dengan agama Hindu, Budha, animisme, dinamisme, dan kejawen.

Karena gerakan reformasinya Ahmad Dahlan juga sering diteror seperti diancam dibunuh, rumahnya dilempari batu dan kotoran binatang. Tapi Ahmad Dahlan Maju terus pantang mundur, ia merasa beginilah resiko pejuang reformasi atau dalam bahasa Arabnya disebut Mushlih (dari akar katanya Ishlah) atau pembaharu ajaran agama yang dalam bahasa Arabnya disebut Mujaddid. Sebenarnya siapakah Ahmad Dahlan yang pemberani dan keras kepala dalam menegakkan kebenaran ini?

Ahmad Dahlan dilahirkan di daerah Kauman kota Yogyakarta dengan nama Muhammad Darwis pada tahun 1869, sumber lain mengatakan tahun 1868. Memang kelahiran Ahmad Dahlan agak gelap tanggal pastinyapun tidak terlacak. Okelah kita tidak mempermasalahkan kelahirannya melainkan karyanya. Organisasi yang dia dirikan yaitu Muhammadiyah sekarang menjadi maju dan menjadi organisasi massa Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia dari segi anggotanya.

Ahmad Dahlan adalah anak seorang kyai tradisional yaitu K.H. Abu Bakar bin Kyai Sulaiman, seorang khatib di Masjid Sultan di kota itu. Ibunya Siti Aminah adalah anak Haji Ibrahim, seorang penghulu. Ahmad Dahlan adalah anak keempat dari tujuh bersaudara.

Sebagaimana anak seorang kyai pada masa itu pemuda Darwis juga menimba ilmu ke banyak kyai. Ia belajar ilmu fikih kepada KH Muhammad Shaleh, ilmu Nahwu-Sharaf (tata bahasa) kepada KH Muhsin, ilmu falak (astronomi) kepada KH Raden Dahlan, ilmu hadis kepada kyai Mahfud dan Syekh KH Ayyat, ilmu Al Qur-an kepada Syekh Amin dan Sayid Bakri Satock, dan ilmu pengobatan dan racun binatang kepada Syekh Hasan.

Ia juga pernah sekamar dengan KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) ketika beguru kepada KH Sholeh Darat di Semarang. Berarti juga Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, dan RA Kartini satu guru satu ilmu yaitu KH Sholeh Darat. Berarti gerakan Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama dan Gerakan Feminis berasal dari satu guru.
Sebagaimana gerakan Islam, Nasionalis, dan Komunis berasal dari satu guru yaitu HOS Tjokroaminoto.

Ketika berumur 21 tahun (1890), KH Ahmad Dahlan pergi ke tanah suci Mekkah untuk naik haji dan menuntut ilmu di sana. Ia belajar selama setahun. Salah seorang gurunya adalah Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.
Dahlan satu guru satu ilmu lagi dengan KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU)
. Ia juga satu guru dengan Haji Abdul Karim Amrullah (ayah Buya Hamka) dan Syekh Muhammad Djamil Djambek. Kedua orang ini adalah pendiri gerakan “Kaoem Moeda” di Sumatra Barat. Haji Agus Salim juga berguru pada Syekh Ahmad Khatib. Agus Salim nantinya menjadi wakil ketua Sarekat Islam dan Pembina Jong Islamieten Bond. Jadi seluruh gerakan Islam di Indonesia yang menjadi mainstream sumbernya satu yaitu Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi yang menjadi Imam Masjidil Haram di Mekkah.

Dari Ahmad Khatib inilah Dahlan berkenalan dengan pemikiran trio pembaharu dan Reformis Islam dari Timur Tengah yaitu Sayid Jamaluddin Al Afghani, Syekh Muhammad Abduh, dan Syekh Muhammad Rasyid Ridha.
Akhirnya Dahlan membawa gerakan Reformasi ini ke Indonesia.

Dahlan mulai mengintrodusir cita-cita reformasinya itu mulanya dengan mencoba mengubah arah kiblat di Masjid Sultan di Keraton Yogyakarta ke arah yang sebenarnya yaitu Barat Laut (sebelumnya ke Barat). Dahlan juga memperbaiki kondisi higienis di daerah Kauman bersama kawan-kawannya.

Perubahan-perubahan ini, walaupun bagi kita sekarang sangat kecil artinya, memperlihatkan kesadaran Dahlan tentang perlunya membuang kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik dan yang menurut pendapatnya memang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Jadi ia ingin membersihkan Islam dan umat Islam baik secara fisik (dengan membuat higienis kampungnya) maupun mental spiritual (dengan memberantas tradisi yang bercampur dengan ajaran Hindu, Budha, Animisme, Dinamisme, dan kebatinan).

Ahmad Dahlan berhasil membangun mushala yang tepat mengarah ke kiblat. Tapi ia gagal dalam mengubah posisi kiblat di masjid Sultan di Yogyakarta. Ia kecewa dan ingin meninggalkan kota kelahirannya tersebut. Tetapi salah seorang keluarganya menghalangi maksudnya itu dengan membangun sebuah langgar
(mushala) yang lain, dengan jaminan bahwa ia dapat mengajarkan dan mempraktekkan ajaran agama dan keyakinannya berdasarkan interpretasinya di sana.

Dalam tahun 1909, ia masuk Boedi Oetomo dengan maksud mengajarkan agama kepada para anggotanya.
Pelajaran-pelajaran yang diberikan Dahlan kelihatannya memenuhi harapan dan keperluan anggota-anggota Boedi Oetomo tadi. Sebagai bukti, mereka menyarankan agar Dahlan membuka sekolah sendiri yang diatur dengan rapi dan didukung oleh organisasi yang bersifat permanen untuk menghindarkan nasib seperti pesantren tradisional yang terpaksa ditutup bila kyai yang bersangkutan meninggal dunia. Dahlan menuruti saran itu. Ia mendirikan Muhammadiyah dan keluar dari Boedi Oetomo. Demikianlah kisah K.H. Ahmad Dahlan dan awal mula berdirinya organisasi yang nantinya menjadi organisasi massa Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Semoga bisa menjadi pelajaran berharga. Wallahu A’lam Bish Shawab.

Agung Pribadi

Sejarawan, Peneliti di Yayasan Harkat Bangsa
Tags: biografi
Prev: Tentang Cinta
Next: RA Kartini: Memberontak dari Tradisi tapi Menyerah pada Tradisi
http://peaceman.multiply.com/journal/item/13/K.H._Ahmad_Dahlan_Reformis_dan_Pembaharu_Ajaran_Agama

dilanjutkan dengan :

Yunahar :•Ini Muhammadiyah, Bukan Dahlaniyah•
Kontribusi dari Arif Nur Kholis
Sabtu, 09 Pebruari 2008
Yogyakarta- Muhammadiyah selalu terbuka dan terus berkembang, termasuk dalam hal keputusan Tarjih. Hal ini karena
dalam penentuan sebuah keputusan Tarjih diambil dengan cara mencari yang paling kuat dasarnya, bahkan bisa terjadi
tidak sejalan dengan praktik yang dilakukan pendirinya, Kyai Haji Ahmad Dahlan. Demikian dikatakan Dr. Yunahar Ilyas
ditengah Pengajian Mahasiswa, kamis (7/02/2008) di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Cik Di Tiro Yogyakarta.
Yogyakarta- Muhammadiyah selalu terbuka dan terus berkembang, termasuk dalam hal keputusan Tarjih. Hal ini
karena dalam penentuan sebuah keputusan Tarjih diambil dengan cara mencari yang paling kuat dasarnya, bahkan bisa
terjadi tidak sejalan dengan praktik yang dilakukan pendirinya, Kyai Haji Ahmad Dahlan. Demikian dikatakan Dr. Yunahar
Ilyas ditengah Pengajian Mahasiswa, kamis (7/02/2008) di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Cik Di Tiro Yogyakarta.
Menurut Ketua PP Muhammadiyah yang dalam waktu dekat akan mendapat gelar Profesor tersebut, Kyai Haji Ahmad
Dahlan pada masa hidupnya banyak menganut fiqh mahzab Syafi’i, termasuk mengamalkan qunut dalam shalat
subuh dan shalat tarawih 23 rakaat. Namun, setelah berdiriya Majelis Tarjih pada masa kepemimpinan Kyai Haji Mas
Mansyur, terjadilah revisi –revisi setelah melakukan kajian mendalam, termasuk keluarnya Putusan Tarjih yang
menuntunkan tidak dipraktikkannya do’a qunut di dalam shalat subuh dan jumlah rakaat shalat tarawih yag
sebelas rakat. “ Ini wujud keterbukaan Muhammadiyah yang tidak fanatik” tegas Yunahar. “Karena
ini Muhammadiyah bukan Dahlaniyah” ungkapnya setengah berkelakar. Yunahar lebih lanjut berkisah bahwa
dahulu ketika Ahmad Dahlan muda bermukin di Makkah, sempat belajar kepada Syaikh Ahmad Khatib yang saat itu juga
bersama Hasyim Asyari yang kemudian menjadi salah satu pendiri Nadhatul Ulama. Karena Kyai Ahmad Khatib adalah
seorang ulama bermahzab Syafii, maka praktik ibadah Kyai Dahlan banyak yang mengikuti fiqh Mahzab Syafii. Hanya
saja, karena Kyai Dahlan mendapat tugas dari Syaikh Ahmad Khatib untuk mempelajari Al Mannar, karya Rasyid Ridha,
maka Kyai Dahlan terpengaruh juga dengan pemikiran Rasyid Ridha yang menekankan tidak bermahdzab.
“Contohnya, bila ada satu masalah yang kuat dasarnya Mahzab Syafii yang dianut Mahzab Syafii, kalau suatu
masalah kuat Mahzab Hanafi, yang dianut Mahzab Hanafi” terang Yunahar. Hal inilah yang kemudian dianut
Muhammadiyah, termasuk dalam pengambilan Putusan Tarjih. (Arif)
http://www.muhammadiyah.or.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=893

Salam,
Ir.H.Achmad Zaenal Abidin/Caleg DPR Jatim II / Dapil 2, PMB, Pasuruan Probolinggo, Jawa Timur.

PROFIL CALEG DPR JATIM 2 / DAPIL II JAWA TIMUR, PARTAI MATAHARI BANGSA/PMB NO 18, PASURUAN PROBOLINGGO, IR.H.ACHMAD ZAENAL ABIDIN IPM, No Urut 1.

•November 20, 2008 • 1 Komentar
FOTO IR.H.ACHMAD ZAENAL ABIDIN IPM

FOTO IR.H.ACHMAD ZAENAL ABIDIN IPM

Realitas hidup memang tidak semudah impian dan idealisme.

Untuk mencapai ideal, perlu perjuangan secara bersama karena kita hidup bersama dan tidak bisa maju sendiri…dengan berpartisipasi memilih suatu partai yang bisa dipercaya untuk perjuangkan hidupnya.

Dengan memilih Partai Matahari Bangsa Nomor 18 sebagai Partai IslaM BerkebangsaaN dan BerkemajuaN; IkutI PetunjuK AllaH MengatuR, MakA RakyaT MakmuR; SatukaN UmmaT MakmurkaN BangsA; UtamakaN Karya BangsA SendirI, AgaR MakmuR MandirI; DesA dan KotA KitA, HaruS JadI SurgA KitA; nO 18 DeLaPAn BELaS = Demi membeLa PerjuangAn Bangsa agar Ekonominya Lancar Sejahtera, maka rakyat Indonesia Insyallah akan segera bisa lebih baik teknologinya, makmur dan merata ekonominya, pendidikan dan kesehatan lebih baik, dengan pangan, papan, transportasi dan energi mandiri yang baik dan diridloi oleh AllaH Yang Maha Esa.

LAMBANG PARTAI MATAHARI BANGSA/PMB No 18

LAMBANG PARTAI MATAHARI BANGSA/PMB No 18

Saya, hanyalah seorang dari ratusan Alumni Institut Teknologi Bandung/ITB, aktifis Masjid Salman ITB dan Anggota ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) yang menerima kepercayaan sebagai CALEG DPR JATIM 2 / DAPIL II JAWA TIMUR, PASURUAN PROBOLINGGO dengan nomor urut 1, yang ingin mengajak ummat Islam baik dari warga Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama maupun warga negara Indonesia baik yang muslim maupun non muslim Nasionalis untuk bersatu memilih dan bersama Partai Matahari Bangsa untuk menjadikan Negara Indonesia cepat maju dan makmur diberkahi oleh AllaH Yang Maha Esa.

Untuk mengenali saya lebih jauh, maka saya ceritakan dulu riwayat saya :

Nama : Ir.H. Achmad Zaenal Abidin IPM

Email : zaenal.aza@gmail.com, Telp : 021 85906161, Fax : 021 85906565

Lahir di : Semarang, tanggal 24 Agustus 1958.

Agama : Islam

Warga Negara : Indonesia

Jenis Kelamin : Laki laki

Status : Nikah

Istri : Hj. Lenda Ariyati Bc Ak.

Anak :

1. Paramita Nurina Nisai – UNPAD, Akuntansi, Bandung

2. Arya Zaenal Risyad – ITB , Teknik Telekomunikasi, Bandung

3. Zakarizal Zaenal Havada – ITS, Teknik Material, Surabaya

Pendidikan :

1977 – 1981 : Institut Teknologi Bandung, Fakultas Teknologi Industri, Departemen Elektro Teknik, Bandung, kontrak/kost di Jl.Plesiran 15 Bandung :-)

1971 – 1975 : Madrasah Tsanawiyah Diniyah Al Mukmin, Gading Kidul, Surakarta

1974 – 1976 : SMA Negeri I, Surakarta

1971 – 1973 : SMP Negeri VIII, Surakarta

1965 – 1970 : SD Islam Al Fajar, Surakarta

Kursus/Diklat a. Kursus Marketing/Kredit,Akuntansi, Administrasi pada Bank Dagang Negara Pusat dan Cabang Gambir
b. Kursus System Design , Analis dan Pemrograman
Kontrol pada Komputer PC
c. Kursus sistem Analis dan Disain untuk Mainframe
dan CICS di PT USI Jaya / IBM
d. Kursus Singkat Dasar Kepolisian Perbankan
.
Riwayat Organisasi : a. Masjid Salman Mentoring ITB
b. Ketua Panitia OS HME ITB
c. Senator HME ITB
d. Ketua Panitia Kuliah Kerja Elektro ITB
e. Pengurus Kompartemen Sosial pada Ikatan Alumni
ITB ( IA –ITB)
f. Pengurus Kompartemen Bisnis pada Badan
Kejuruan Elektro Persatuan Insinyur Indonesia (
BKE-PII)
g Ketua Ranting Muhamadiyah Cipinang Muara
h. Dewan Pakar Partai Matahari Bangsa DKI
i. Ketua Komunitas Alumni ITB untuk Indonesia Baik dan
Mandiri.

j. Anggota AKLI DPD DKI
k. Anggota ASITA DKI
l. Anggota GAPEKNAS
m. Anggota KADIN
n. Anggota ASPEKMI
Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan :
a. Tahun 1981 – 1982
Perusahaan : PT. Meta Epsi Engineering
Jabatan : Training Engineer untuk Proyek Fasilitas Pabrikasi Pesawat IPTN

b. Tahun 1982 – akhir 1982
Perusahaan : PT. Meta Epsi Engineering
Jabatan : Site Manager untuk Proyek Transmisi 70 KV Cangkring-
Jatibarang Cirebon.

c. Tahun 1982 – 1983
Perusahaan : PT. Meta Epsi Engineering
Jabatan : Director In Charge Proyek PAL Manufacturing Facility, Surabaya.

d. Tahun 1983 – akhir 1983
Perusahaan : PT. Kabel Metal Indonesia, Jakarta
Jabatan : Production Engineer.

e. Tahun 1983 akhir – Awal 1984
Bank Dagang Negara Head Office
Jabatan : Staff Training Pada Bank Dagang Negara Kantor Pusat
Kantor Cabang Gambir untuk Marketing/Credit, Akuntansi, Administrasi
luar negeri.

f. Tahun 1985
Bank Dagang Negara, Kantor Pusat , Jakarta Departemen EDP -
Jabatan : Programmer Aplikasi Transaksi luar negeri
UAK – Administrasi keuangan, akuntansi
untuk BDN KP. terkonsolidasi dengan semua cabang.

g. Tahun 1986 – pertengahan 1987
Bank Dagang Negara kantor pusat, Jakarta Departemen EDP
Jabatan : Kepala sistem Analis untuk semua aplikasi perbankan termasuk
Personalian dan Penggajian, terkonsolidasi semua cabang.

h. Tahun Pertengahan 1987 – Awal 1988
Bank Dagang Negara, Kantor Perwakilan dan cabang Hong Kong, Staco
International Finance Limited – Hong Kong
Jabatan : Kepala Sistem Implementasi KAPITI Sistem Perbankan
pada IBM S-36 untuk semua aplikasi perbankan dan transaksi konsolidasi
dengan BDN Kantor Pusat.

i. Tahun 1988 – 1991
Perusahaan : PT. IndOsOft Utama Technology and Saint d’IndOsOft,
Jakarta Centre of Software House, Hardware and System Analyst Training
Jabatan : Direktur

j. Tahun 1994 – sampai sekarang
Perusahaan : PT. Prima Beton International, Jakarta. Electrical / Mechanical
Contractor, Sole Agent/ Distributor, Telecommunication supplier and
General contractor
Jabatan : Direktur

k. Tahun 2001 – sampai sekarang
Perusahaan : PT. Digitel Auvicom Indonesia , Jakarta. Information
Technology, System Integrator, Hardware & Software System Provider
Jabatan : Komisaris

Salam,
Ir.H.Achmad Zaenal Abidin/Caleg DPR Jatim II / Dapil 2, PMB, Pasuruan Probolinggo, Jawa Timur.

PENILAIAN/KOMENTAR/TESTIMONI TENTANG IR.H.ACHMAD ZAENAL ABIDIN SEBAGAI CALEG JATIM 2 / DAPIL II JAWA TIMUR, PASURUAN PROBOLINGGO :

At 22:51 16/11/2008, widjayanto djaenudin wrote:

To: zaenal_aza@yahoo.co.id
Subject: Re: [indonesia] Ketua PP Muhammadiyah tentang Khilafah dan ummat islam di Indonesia
From: “widjayanto djaenudin” <wid_djae19@>

Mas AZA,

Saya sangat kagum kepada Anda. Penjelasan-penjelasan yg Anda berikan dalam setiap postingan sungguh luar biasa. Mampu memberikan kesadaran dan pemahaman yg lebih mendalam kepada saya khususnya. Luaaarrr biasssaaa… Anda (niat betul) mencari bahan dan menganalisa bahan-bahan tersebut menjadi suatu komentar yg sangat bermutu. Tulisan-tulisan Anda sangat menggambarkan kualitas diri (pribadi) Anda. Kualitas seorang intelektual islam Indonesia yg sangat luar biasa…

Saya sebagai warga (alumni) ITB dan salah seorang warga milis indonesia nextbetter sangat kagum kepada Anda. Saya mendoakan semoga Anda dapat menjaga ke-istiqomahan Anda dalam berprinsip dan bersikap tatkala Anda nanti terpilih mewakili (sebagian) rakyat Indonesia, senantiasa di jalan Allah swt.

Amiiin… Selamat berjuang Mas…
For Indonesia Next Better…
Indonesia yang jauh lebih baik…

Salam,
Widjayanto

Powered by Telkomsel BlackBerry®

At 14:06 29/10/2008, ihsan hariadi wrote:

FOTO BERSAMA CALEG DPR/DPRD ALUMNI ITB di Balairung Kirana HOTEL KARTIKA CANDRA (Penulis pakai Jaket merah PMB) DALAM SILATURAHMI IA JAKARTA, tanggal 30 Oktober 2008.

FOTO BERSAMA CALEG DPR/DPRD ALUMNI ITB di Balairung Kirana HOTEL KARTIKA CANDRA (Penulis pakai Jaket merah PMB, berdiri dikiri tengah) DALAM SILATURAHMI IA JAKARTA, tanggal 30 Oktober 2008.

hehehe, …

sudah lama ingin menanggapin posting-2
daripada buya Zaenal Abidin, ….
sekarang dg. disebut-2 nya Jl. Plesiran
jadi gak tahan lagi :) )

***

Jl. Plesiran itu kalo di Google Map lokasinya
mastinya gak jauh-jauh dari Persimpangan
jalan Layang Pasteur-Cikapayang dengan
Jl. Tamansari/Kebunbibit/Kantor Rektorat ITB
di bawah ini:

<http://tinyurl.com/plesiran15>

***

We’d better “treat” the name Jl. Plesiran
with some “respect”, karena cukup banyak
dosen ITB yang pernah tinggal, ato bahkan
di “besar” kan di kawasan ini :) , setidak-2
tidaknya ada 2 doktor lulusan Perancis
yang pernah punya KTP Jl. Plesiran :)

***

Salah satu rumah di Jl. Plesiran, tepatnya
nomor 15, juga sempat menjadi rumah
“legenda”, penghuni rumah ini banyak
yang kemudian menjadi “tokoh” :-) .
Satu orang, one of the smartest(s),
menjadi doktor lulusan Perancis.

Satu orang yang sempat merangkap
GL-ITB dan Ekonomi Unpad, akhirnya
menjadi dosen Ekonomi Pembangunan
di Unpad, Master lulusan Iowa.

Satu lagi, tokoh paguyuban “Emdewe”
(Mafia Dari Wonogiri), dulu jagoan Bridge :)
sekarang termasuk paling aktif di milis IA-ITB.

***

Hanya sekitar 20 meter dari Plesiran 15
(yang merupakan sarang “penyamun”),
was another house, a nice house, with
3 beautiful young girls in it (sarang
“perawan”). Selama bertahun-tahun
sudah diusahakan dijalin “silaturahmi”
antara kedua ruamah ini, toh akhirnya
tidak ada yang menjadi “jodoh” … :-)

***

Balik ke salah satu “alumni” Plesiran 15:
yang agak “surprise” juga bagi
saya: Mas Zaenal Abidin, yang (mudah-2 an)
akan menjadi salah satu tokoh agen
pencerahan ummat dan bangsa ( i really
mean it).

***

Katika saya baru semester III, mas Zaenal
sedang mengerjakan TA (elektro, bidang
studi power). Topik TA nya kalo gak
salah: Analisis/perhitungan Medan Listrik
& Magnet untuk Motor Listrik (AC, tak
serempak 3 fasa? :) ). Pembimbingnya
pak Harry Sosro … (?).

Topik yang di jaman sekarang mungkin
akan dikerjakan dengan Numerical Tool
(Finite Element spt ANSYS, misalnya),
ato setidak-tidaknya Matlab, di jaman
itu oleh mas Zaenal di “lalap” cukup
menggunakan kalkukator Casio
serie 370 (NOT the 702, or 802
/programmable ones, of which,
only a few ITB students own). The
posession of PC/Personal Computer
for ITB students in early 80’s was
out-of-question, even for the ITB
lecturers at the time.

Orang tua mas Zaenal dan orang
tua saya di Solo bertetangga.
his parents were typical middle
class Muslim in Solo at the time.

Meskipun orang tua beliau mampu,
mas Zaenal’s life style was little
bit “Spartan”, well not exactly like
a Sufi. Mas Zaenal termasuk keren
dan penampilannya cukup “dandy” :)

But he chose to rent the smallest room
( 2 x 2.5 m ) among other rooms
available in our rented house, juga
di saat-2 terakhir menjelang penyelesaian
tugas akhirnya. This could be his form
of “tarekat” lifestyle (dalam tanda petik) :)

***

=====================================

————————————————–
Sekarang switch ke hal lain dulu:
————————————————–
Kita kenal dengan apa yang dikenal
sebagai “romantika” anak ITB terutama
yang menjelang lulus: Apa yang ingin
mereka capai setelah lulus dari (S1)
ITB, typically? :

<1> kerja di perusahaan asing
dengan gaji tinggi ( > $ xxxxxx.xxx )

<2> get a nice car & nice house
<3> get a beautiful wife & build
a “Mawaddah wa Rahmah” family
<4> go through a “dynamic” carrier by
switching from one company to another one ….

=======================================

It seems that Mas Zaenal Abidin (in 1982 setting)
was “following” the above “vision”

Nah, in 1982, mas Zaenal Abidin, lulus tepat 4.5
tahun with high GPA grade (kasus langka di jaman
itu), and soon mas Zaenal got virtually all the above
things that became a “common romantic dreams”
among ITB pals :-) .

( well, we can “ignore” other type of “dream” of
some other “type” of ITB students at the time
who still believed that they should do something
untuk “membela rakyat” :) …. )

So, bebeapa bulan setelah lulus, ketika mas
Zaenal Abidin (yang waktu itu bekerja di
Meta Epsi Eng. ) bertandang “menengok”
kami, teman-2 kostnya di Plesiran 15
sambil membawa Daihatsu Taft nya
(this was the symbol of “success”
of the “Yuppies” type ITB alumni),
rekan-2 seniornya di Plesiran 15
tidak bisa menyembunyikan rasa
“envy” nya :-)

***
Tapi dengan berjalannya waktu, orang
juga bisa berubah. Ketika terakhir
ketemu mas Zaenal tahun 1996 -
pada acara temu alumni Teknik
Elektro, perubahan itu bisa saya
baca di wajah mas Bidin (panggilan
“kesayangan” beliau dari kami).
Topik pembicaraannya, cara
nya berbicara dan raut wajah
mas Bidin saat itu menampilkan
“wisdom” yang rasanya “was
just not there” in 1982 :-)

Topik pembicaraan beliau waktu
itu mengenai kewira-usahaan
(entrepreneurship) berbasis
teknologi, very interesting topics,
jauh sekali dari topik pembicaraan
beliau sewaktu baru saja lulus
dari ITB di tahun 1982.

Jadi kalau melihat kiprah mas Zaenal
sekarang ini, saya melihatnya sebagai
hasil dari suatu “perjalanan” /
spiritual journey dalam menemukan
jati diri …. indeed a very long journey bro …

***

Achso, bravo brother Zaenal,
saya tidak (belum) tertarik dengan
hal-hal yang berhubungan dengan
kepartaian, saya lebih tertarik
kepada pribadi-pribadi, dalam hal ini
kepada anda.

—( ihsan hariadi )—————————

INGIN TAHU KONTRAK POLITIK PARTAI MATAHARI BANGSA / PMB DENGAN CALEGNYA TENTANG ANTI KORUPSI ?  CLICK  :  KONTRAK POLITIK PMB / PARTAI MATAHARI BANGSA DENGAN CALEGNYA.

INGIN TAHU SELENGKAPNYA, SIAPA SAJA NAMA ALUMNI ITB YANG MENJADI CALON LEGISLATIF DPR/DPRD ?

CLICK : DAFTAR NAMA ALUMNI ITB YANG MENJADI CALON LEGISLATIF DPR/DPRD TAHUN 2009.

Kontrak politik Caleg DPR JATIM 2 / DAPIL II Jawa Timur, Partai Matahari Bangsa PMB No 18, partai lain bagaimana untuk berantas korupsi?

•November 2, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Teman teman,

Dalam acara pembekalan caleg DPR RI dan semua PW PMB seluruh Indonesia di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, tanggal 26 Oktober 2008, telah ditandatangani kontrak politik antara para caleg DPR dengan PP/Pengurus Pusat Partai Matahari Bangsa/PMB dan Majelis A’la, berisi sebagai berikut :

1. Anggota DPR/D dari PMB diharamkan korupsi.
2. Anggota DPR/D dari PMB diharamkan menerima suap, termasuk yang akan dikembalikan kepada KPK tidak boleh diterima.
3. Anggota DPR/D dari PMB tidak boleh bermain proyek yang ada hubungannya dengan APBN/APBD.
4. Terhadap anggota DPR/D dari PMB akan dilakukan pemotongan gaji 50%, dimana yang 50% dari gaji akan dikembalikan kepada rakyat.
5. Dalam setiap keputusan yang mengikat, anggota DPR dari PMB harus taat azas dan loyal kepada keputusan partai.

Jika melanggar, yang berkaitan dengan korupsi dan menerima uang suap, selain diitindak oleh KPK, maka akan dipecat dari PMB dan Organisasi Muhammadiyah, sehingga akan kehilangan habitatnya :-(

CLICK : CALEG DPR JATIM 2 / DAPIL II Jawa Timur PMB:KONTRAK POLITIK PARTAI MATAHARI BANGSA / PMB No 18

Apakah partai lain dalam memberantas korupsi mempunyai kontrak politik dan komitment yang sama ?
Bagaimana dengan PDIP/PDP, Golkar, PKS, Demokrat, PAN, PKB, PDS, PPP, Hanura, Gerindra dan juga partai mana saja yang melakukan kontrak politik seperti diatas ?

CLICK : GOLKAR INGIN TATA ULANG & SALAHKAN REFORMASI? PADAHAL GOLKAR,PDIP,PPP,PKB,PAN,PDS,PKS, DEMOKRAT YANG ANDIL BELUM ADANYA EKONOMI PANCASILA & BELUM HILANGKAN KORUPSI YANG TIDAK PANCASILAIS.

Korupsi yang umumnya disebabkan oleh :

6. Awalnya disebabkan kecilnya gaji sehingga tidak mencukupi kebutuhan hidupnya.
7. Budaya sungkan/feodal sehingga tidak ada yang menegur, baik oleh tetangga, saudara maupun teman sejawat.
8. Tidak/kurangnya pendidikan budi pekerti dan akhlaq, termasuk tidak pernah diajarkan definisi korupsi itu apa dan pelarangan/pengharaman korupsi.
9. Tidak adanya pembuktian secara terbalik dan masih adanya penilaian sukses hanya dengan melihat materinya banyak tanpa tahu/tanya berasal dari mana,

sehingga disamping kontrak politik yang sesuai dengan salah satu missi Partai Matahari Bangsa/PMB membangun bangsa dengan moral, begitu juga “Meski latar belakangnya berbeda-beda, kader PMB harus jadi lokomotif pembangunan bangsa seperti Laskar Pelangi,” kata Ketua Umum PMB Imam Addaruqutni, maka cara lainnya untuk memberantas korupsi adalah :

10. Menumbuhkan budaya memuji kepada seseorang yang karyanya banyak bermanfaat bagi negara walaupun secara materi tidak banyak,
11. Menaikkan gaji bagi pegawai negeri/Departemen/POLRI/ABRI/BUMN dan mengkomersialkan jasa jasa pelayanan public untuk menambah pemasukan negara, dimana hanya
untuk yang miskin saja gratis :-)
12. Menghilangkan budaya setoran kepada atasan atau setoran untuk kenaikan pangkat/pendidikan dan pungli yang salah satu contohnya telah diberikan oleh KaPOLRI sekarang
(Pak Bambang) yang mengumumkan TIDAK ADA LAGI SETORAN kepada atasan.
13. Menumbuhkan budaya menegur/menanyakan, baik kepada tetangga, saudara maupun teman sejawat kekayaan dari mana jika nampak melebihi gaji/penghasilannya.
14. Menambahkan kurikulum pendidkan budi pekerti dan akhlaq, termasuk mengajarkan definisi korupsi itu apa dan mengharamkannya.
15. Membuat/mengubah Undang undang memberantas korupsi dengan cara pembuktian secara terbalik artinya jika kekayaannya berlebihan harus membuktikan dari mana?

Apakah ada cara lain lagi ?

Salam,
Zaenal

Perlu perubahan UU Perkawinan 1974 ? atau tambahan Undang Undang ?

•Oktober 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Roy, Yadi, Donal, Afdhal, Fau, Eme dan temans,

Jadi yang perlu dirubah/ditambah UU perkawinan 1974 adalah :

1. Batasan umur untuk nikah, yang paling muda berapa dan yang paling tua berapa ? :-) dengan alasan masing masing.Bagaimana dengan orang orang desa yang suka nikah
muda dengan alasan orang tuanya tidak mampu lagi membiayai anak ?
2. Pria untuk nikah lagi tidak perlu izin istri/pengadilan tetapi syaratnya diperketat..Hayo siapa yang protes ? Ibu ibu gimana ?:-D
3. Istri dan anak walaupun telah diceraikan harus tetap diberikan tunjangan, sampai anak menjadi dewasa sedangkan bekas istri sampai peroleh suami lagi ? kalau bekas istri tidak
mau nikah nikah lagi gimana ? apakah seumur hidup dibiayai terus ? atau mahar minimal harus ditentukan ? supaya tidak mudah cerai ? tetapi jika memang tidak cocok lagi bagaimana? :-(

Salam,
Zaenal

At 14:53 30/10/2008, dana.pamilih@ wrote:
Zainal

Kita sudah masuk2 dlm topik bermaslahat besar yg selama ini tidak banyak dibahas: sampai dimana tanggung jawab seorang laki2 thd anak darah dagingnya.

Mudah2an dapat ditulis hukumnya sehingga poligami jadi lebih berat, menceraikan lebih susah. Ibu dg anak kecil tidak perlu kerja sbg pemijat karena ditinggalkan begitu saja oleh suaminya.

Kalau bangsa mau kuat serat keluarga harus kuat. Kekuatan keluarga sebagian besar terletak pada tanggung jawab ayah/kepala keluarganya.

Sent from my BlackBerry
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

At 13:39 30/10/2008, YADI supriadi wendy wrote:
Roy Djanegara wrote:
Kang Yadi,
engga cukup kalau hanya diatur dalam UU perkawinan, itu kan kalau kawin, kalau engga kawin gimana?
Ada beberapa contoh Paedophily yang dilakukan oleh para biarawan terhadap anak2 laki, kasus seperti ini sangat banyak dinegara bule, di Australia juga banyak sekali (ini kenyataan yang saya sering dengar atau baca di Australia). Masalahnya karena para biarwan ini tidak menikah jadi mereka sering menggunakan anak2 altar baik laki maupun perempuan untuk dilecehkan secara seksual. atau kasus Robot Gedek, yang mensodomi anak2.
Saya kira ini yang dimaksud oleh Bang Donal yang perlu untuk dilindungi, kalau hal ini belum terangkum dalam UU Pornografi, sebaiknya mas AZA catet deh.
wassallam
Roy
setuju… setuju…..
trims

Re: [PersIndonesia] BERAKHIRNYA EKONOMI > sebaiknya dagang uang dilarang, yang boleh tukar saja!

•Oktober 23, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Temans para akhli keuangan dan hukum Islam,

Mari teman teman, para akhli atau mengerti keuangan berpikir kembali apakah sistem ekonomi dan keuangan masih akan dipertahankan seperti sekarang ? terutama definisi soal currency, jaminannya, nilai tukar dan perdagangannya.

Apakah kita tidak bisa bertemu atau berkumpul untuk membahas dan melahirkan usulan kepada pemerintah tentang :

1. Melarang perdagangan valuta/currency sedangkan yang boleh adalah menukarkan tanpa laba/rugi, sebagai service dari Bank Bank Pemerintah/swasta saja, sedangkan
keuntungannya bisa diperoleh dari margin lending fund saja terhadap deposit fund.
2. Bagaimana nilai tukar antar negara stabil sehingga inflasi riil tidak dipengaruhi oleh naik turunnya nilai tukar hanya karena perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Mengapa perlu dilakukan segera hal diatas ? kita lihat faktanya dengan krisis ekonomi tahun 1997 dan sekarang tahun 2008, dimana hanya karena kebangkrutan beberapa perusahaan di AS menimbulkan madhorot bagi seluruh dunia.

Seharusnya karena kepanikan para investor dengan menjual cepat saham sahamnya sehingga harga jatuh/anjlok, tidak perlu mempengaruhi nilai tukar rupiah untuk Indonesia atau currency lain untuk negara lain jika currency tidak boleh diperdagangkan sehingga tidak mempengaruhi rakyat Indonesia yang tidak ikut berbuat/membeli saham yang mayoritas adalah kaum menengah kebawah.

Sistem ekonomi dan perdagangan currency sekarang benar benar tidak adil untuk seluruh dunia, karena masyarakat yang tidak ikut bermain saham dan berdagang valuta tetapi ikut menanggung akibat naik turunnnya nilai valuta currency yang merupakan nilai tukar riil bagi seluruh penduduk Indonesia/dunia.

Dalam waktu sekejap nilai rupiah terhadap USD telah mencapai Rp. 9.780/USD padahal beberapa bulan yang lalu Rp. 9.100/USD, berarti telah terjadi inflasi 7,47% yang akan menaikkan hampir semua harga barang karena banyak yang pengaruh import yang akan membebani baik negara dari sisi pembayaran utang negara maupun rakyat biasa untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya.

Dengan perdagangan valuta/currency dilarang, maka yang ada hanya penukaran valuta/currency oleh Bank Bank Pemerintah/swasta hanya sesuai dengan kebutuhan riilnya saja dimana nilai tukar valuta antar negara niscaya akan relatif stabil dan setiap gejolak seperti sekarang hanya akan mempengaruhi saja para pemain saham tetapi tidak mempengaruhi seluruh rakyat indonesia/dunia.

Salam,
Zaenal

At 19:12 07/10/2008, gsuryana wrote:

Maaf sebelumnya.

Pada saat sebuah mata uang siap di pakai sebagai alat tukar ( jual beli ),
tentunya harus berdasarkan nilai yang sepadan, dalam hal ini sebuah
negara/kerajaan bisa mencetak mata uang berdasarkan cadangan devisa, dimana
emas menjadi salah satu instrumentnya, semisal sebuah negara yang memiliki
cadangan devisa 1 juta dirham, dalam hal ini menandakan bahwa negara
tersebut bisa melakukan transaksi dengan perputaran sampai senilai 1 juta
dirham, dimana bila sampai melakukan transaksi diatas 1 juta dirham, maka
negara tersebut dinyatakan sudah mengalami inflasi, karena terjadi defisit.

Amerika dengan US$ memiliki defisit yang aduhai, sehingga beberapa negara
sudah bersiap mengatasinya semisal UE dengan Euro nya, China dengan remingbi
nya ( memiliki nilai cadangan devisa yang paling besar di dunia ).
Dan Amerika yang memang sudah kadung menguasai dunia tinggal mencetak dollar
di saat dibutuhkan, dan negara lain mau tidak mau ‘mendukung’ nya dalam hal
ini negara peng export ke Amerika, sehingga ketika transaksi berlangsung,
akan selalu kembali dibayar dalam mata uang US$, adalah sebuah hal yang
mustahil melakukan transaksi perdagangan dengan Amerika sedang ketika
dibayar harus dengan Dirham, bila US$ tersebut ditukar dengan Dirham pun
pada akhirnya akan sama dengan nilai tukar Dirham dengan US$, semisal sebuah
produk di hargai 10 US$ identik dengan 2 Dirham, maka setelah transaksi di
tukar ke Dirham, disini mau tidak mau dikenakan biaya tambahan, yang pada
akhirnya merugikan perusahaan pengexportnya, kemudian ketika membeli bahan
baku yang ternyata harus di import dari beberapa negara lain, semisal RRT
dan UE, maka dirham tersebut ditukar kembali ke Remingbi dan Euro, disini
kembali dikenakan biaya tukar….dengan demikian renternir/bank malah
menjadi lebih makmur.

Masalah ekonomi tidak bisa di ejawantah kan menjadi sedemikian sederhana,
karena memang pasar sudah sedemikian komplex, semisal peranan bank dan
pedagang kaki lima, tentunya tidak bisa di jadi kan bahan perbandingan,
karena yang satu memakai perputaran uang yang besar, sedang yang satu
memakai perputaran yang kecil, berbeda dengan perusahaan besar apalagi sudah
melakukan perdagangan dengan dunia luar, maka peranan bank menjadi
sedemikian penting, sehingga biaya yang seharusnya tinggi menjadi lebih
rendah karena dibantu oleh bank, biarpun pada awalnya peranan bank sama
dengan rentenir.

Krisis dan kemiskinan di dunia ketiga dan dunia terbelakang bukan terjadi
karena nilai mata uang, melainkan sumber daya manusia yang terlalu lemah,
sehingga tidak berdaya ketika bersaing dengan negara lain.
SDM bisa di sebab kan

- Pendidikan
- Kesehatan

Citibank yang notabene bank besar milik Amerika saat ini kepemilikan saham
terbesar sudah dimiliki oleh konglomerat dari Arab Saudi, dan konglomerat
Arab tersebut tidak menginvestasikannya dalam bentuk Emas, karena perputaran
uang di dunia bisa dibilang dalam bentuk nilai mata uang yang berdasarkan
cadangan devisa.

Ekonomi dunia tidak akan pernah berakhir selama masih ada manusia, maka
selama itu pula ekonomi berputar.
Amerika mengalami krisis, bisa jadi akan berdampak ke banyak negara lain,
karena Amerika bisa dibilang negara dengan masyarakat yang sangat konsumtif
sekali, sehingga negara pengexport ke Amerika lah yang akan mengalami
dampaknya, sedang bagi negara yang kurang melakukan kerja sama dagang dengan
Amerika, otomatis dampaknya berkurang, dan paling mungkin mengalami inflasi
karena naiknya harga barang.

Informasi, ditahun 2000 lalu, nilai mata uang Euro terhadap US adalah
berkisar 0,8 US$, dan sekarang 1 Euro senilai 1,4 US$, terlihat bahwa mata
uang Euro menguat kepada US$, akibat tidak langsung wisatawan Amerika yang
berkunjung ke Europa harus mengeluarkan uang lebih banyak dibandingkan
sebelum tahun 2000. Dan ini adalah sebuah kewajaran didalam sebuah sistim
ekonomi dunia.

sur.
http://indolobby.blogspot.com
—– Original Message —–
From: “alfaqirilmi”

BERAKHIRNYA EKONOMI

Salah satu instrumen yang digunakan dalam sistem perdagangan
internasional adalah menggunakan instrumen mata uang dollar AS.
Setelah krisis ekonomi global terjadi setelah Perang Dunia II,
melalui pertemuan Breton Woods dirancanglah sebuah sistem mata uang
dollar sebagai mata uang utama dalam perdagangan dunia, sekaligus
menjadikan World Bank, International Monetary Fund (IMF) sebagai
pengendali sistem keuangan internasional. Perjanjian Breton Woods
pada tahun 1973 kemudian dihapuskan ketika Amerika Serikat secara
unillateral memutuskan bahwa Dolar Amerika tidak perlu lagi didukung
oleh emas. Sejak itulah Dolar Amerika tidak bedanya dengan lembaran
kertas saja. Dengan mata uang dollar AS, Amerika Serikat memegang
kekuasaan luar biasa yang sangat tidak proporsional. Dengan kertas
yang disebut Dolar AS, mereka bisa membeli berbagai komoditi seperti
minyak, gas, aluminium, emas, dll dari negara-negara lain di dunia.
Jika mereka perlu lebih banyak komoditi, mereka tinggal mencetak saja
lagi. Jadi sistem semacam ini amatlah tidak adil dan tak bermoral.
Hal ini telah mengeksploitasi model perdagangan dengan sistem
pembagian kerja internasional. Surplus ekonomi bagi sekutu-sekutu
Amerika terus terjadi, yang berdampak pada ketidakseimbangan
perdagangan global. Negara-negara miskin tidak mampu melakukan ekspor
tanpa didukung impor sehingga negara-negara miskin mengalami “a
vicious circle of import”. Akibatnya negara-negara miskin memiliki
tingkat ketergantungan yang begitu kuat terhadap negara-negara maju.
Sistem keuangan internasional yang dirancang pasca Perang Dunia II
dalam Breton Woods, telah melahirkan ketidakadilan neraca keuangan
global. Defisit terus menimpa negara-negara miskin dan surplus
keuangan terus ditarik ke negara-negara maju.Karena dunia kini
dibanjiri terlalu banyak dolar. Dalam pasar-pasar uang saja, terdapat
gelembung dolar AS yang berjumlah 80 triliun dolar AS pertahun.
Jumlah ini 20 kali lipat melebihi nilai perdagangan dunia yang
jumlahnya sekitar 4 triliun dolar AS pertahun. Artinya, gelembung itu
bisa membeli segala yang diperdagangkan sebanyak 20 kali lipat dari
dimensi yang biasa. Gelembung ini tentu akan terus membesar dan
membesar. Anda tidak perlu terlalu bijak untuk memahami bahwa
gelembung itu suatu saat akan meledak dan pecah, dan terjadilah
keruntuhan ekonomi global yang niscaya lebih buruk daripada depresi
ekonomi tahun 1929.Sebagai perbandingan yang kontras, emas adalah
logam yang berharga. Nilainya tidak bergantung pada negara mana pun,
bahkan tidak bergantung pada sistem ekonomi mana pun. Nilainya adalah
intrinsik dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, emas adalah mata uang
yang dapat menjamin kestabilan ekonomi dunia.Sistem keuangan global
sudah berkembang melebihi batas. Dengan perdagangan “kertas berharga
yang turunan sekunder” (secondary derivatives papers), sistem
keuangan dunia menjadi tidak “favorable” kepada sektor riil
karena “money makes money” lebh tinggi hasilnya. Maka, kalau anda
punya uang akan lebih tertarik untuk memainkannya di bisnis keuangan
ketimbang membangun bisnis di riil sektor. Perdagangan kertas
berharga tersebut adalah barang maya, hanya ilusi, tidak nyata, tidak
terkait dengan bisnis riil. Ini yang menyebabkan terjadinya gelembung
ekonomi dunia. Apa akibatnya? Sektor riil lambat bergerak, kecuali di
China yang menganut paham berbeda, tidak berdasar “supply and
demand”. China tetap memproduksi walau tidak ada permintaan. Alasanya
adalah stabilitas keamanan sehingga tidak ada penduduk China yang
menganggur, semua bekerja, memproduksi apa saja, mulai dari peniti
sampai komponen pesawat terbang. Manajemen 1 miliar penduduk yang
ternyata membawa China kepada kekuatan ketiga di era kini.Sejarahnya,
emas dan perak adalah mata uang dunia paling stabil yang pernah
dikenal. Sejak masa awal Islam hingga hari ini, nilai mata uang Islam
dwilogam itu secara mengejutkan tetap stabil dalam hubungannya dengan
barang-barang konsumtif. Seekor ayam pada zaman Nabi Muhammad saw.
harganya satu dirham. Hari ini, 1400 tahun kemudian, harganya kurang
lebih masih satu dirham. Dengan demikian, selama 1400 tahun, inflasi
adalah nol. Dalam jangka panjang, mata uang dwilogam telah terbukti
menjadi mata uang dunia paling stabil yang pernah dikenal. Mata uang
tersebut telah dapat bertahan, meskipun terdapat berbagai upaya untuk
mentransformasi dinar dan dirham menjadi mata uang simbolik dengan
cara menetapkan suatu nilai nominal yang berbeda dengan beratnya.Kita
harus kembali kepada Sistem perekonomian berbasis komoditi riil,
dimana dinar dirham hanyalah salah satu komponen penting. Ada “5
pilar sistem ekonomi berbasis emas” akan menjadi solusi masa depan
dunia yang tidak terelakkan. Pertama, “Money (Freely Chosen)” yaitu
Mata uang harusnya bebas ditentukan oleh masyarakt penggunanya.
Kedua, “Open Markets Infrastructure” yaitu infrastuktur pasar terbuka
dimana setiap orang mempunyai hak, seperti mesjid. Ketiga, “Caravans -
Open Distribution and Logistic Infrastructure” yaitu jaringan
logistik dan distribusi yang terbuka bagi siapa saja. Keempat
adalah “guilds – open production infrastructure” yaitu sentra-sentra
produksi kerakyatan harusnya mendapat perhatian dari pemerintah untuk
menjadi tempat yang layak untuk berproduksi sebagaimana standard
global yang berlaku. Kelima adalah “Just Contractual Legal Frameworks
(Shirkat and Qirad). Kelima infrastruktur tersebut haruslah dimiliki
oleh publik.Teknologi informasi merupakan sarana yang dapat
mengkudeta fungsi perbankan atau istilahnya “coup de banque”. Anda
bisa bayangkan, sebenarnya fungsi perbankan kan amat sederhana, hanya
mengadministrasi pencatatan plus dan minus saja dengan sedikit
variasi perhitungan, mengapa menjadi raja yang mengatur dan
menentukan sektor-sektor lain. Pasti ada yang salah kan. Jaman Nabi
dulu, para pedagang lah yang berada di gedung mewah, semntara
rentenir itu yang berada di jalanan. Sekarang yang kita lihat
terbalik. Para bankir duduk-duduk di gedung mewah, sementara para
pedagang kaki lima berceceran di sepanjang jalan, malah kena gusur
tibum segala. Maka, jangan salahkan orang lain kalau Indonesia
miskin, karena tidak mengikuti ajaranNya padahal Indonesia adalah
negara dengan mayoritas muslim di dunia.

Prof. Umar Ibrahim Vadillo, Pemimpin Korporasi E-dinar Dotcom, suatu
electronic payment system” berbasis emas, yang juga menjabat sebagai
Ketua WITO (World Islamic Trade Organization). Penulis beberapa buah
buku yang dianggap oleh masyarakat dunia sebagai MENGGEMPARKAN
(ENLIGHTINING), membuka mata dan hati para pembacanya. Diantaranya
yang terkenal berjudul “THE ESOTERIC DEVIATION IN ISLAM”, “THE END OF
ECONOMICS”, “THE RETURN OF THE GOLD DINAR”, “THE RETURN OF THE
GUILDS”, “THE FIVE PILLARS OF THE ISLAMIC ECONOMICS”, “COUP DE
BANQUE”, etc

Pendidikan lebih cepat, murah sehingga bisa gratis lebih banyak dan tinggi, negara cepat makmur was Re:Berbaktilah pada Bangsa dan Negara Tetangga Kita

•Oktober 23, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Usulan Pak Lili menarik sekali, jika benar bisa dilaksanakan biaya pendidikan akan lebih murah, sehingga dengan anggaran yang sama mendekati Rp. 200 trilyun seperti sekarang yang bsia memperoleh pendidikan gratis makin banyak penduduk dan sampai jengjang yang lebih tinggi serta waktu yang diperlukan akan lebih cepat.

Dengan demikian tujuan masyarakat adil makmur akan bisa lebih cepat, karena salah satu faktor pendorong kemakmuran adalah tingkat pendidikan yang lebih baik bagi seluruh penduduk Indonesia.

Tetapi apakah dari segi pyschology mendukung juga pendidikan sampai dengan klas 4 lalu setelah klas 5 dan 6 disiapkan pelajaran untuk menghadapi masa depan Republik ini yang menurut saya lebih baik diarahkan ke arah negara industri, agraris dan trading sekaligus karena mempunyai ketiga potensinya :-)

Salam,
Zaenal

At 08:05 24/09/2008, Teuku Reiza Yuanda wrote:
Sistem pendidikan di Indonesia justru membunuh kreativitas murid. Baik yang diajarkan di setingkat SMP maupun SMA. Proses belajar-mengajar selama ini hanya ditekankan kepada satu proses pemahaman fenomena alam, atau lazim dikenali sebagai proses deduktif. Bila cara itu yang digunakan, proses itu tidak akan berhasil membuat siswa/i menjadi kritis analitis. Justru efek sampingnya membunuh kreativitas siswa/i tersebut. Terutama dalam upaya menyisir fakta-fakta dari fenomena rumit untuk menghasilkan konsep hipotesis atau model teori yang sederhana.

Mengapa negara kita semrawut? Jawabannya karena orang hukum hanya bicara bukti, bukan fakta.
Dalam proses pengajaran di sekolah-sekolah menengah di Indonesia, siswa/i diajarkan terlatih menurunkan rumus. Namun, sebaliknya, siswa/i tidak diberi ruang untuk melatih melakukan generalisasi, abstraksi, atau idealisasi dari fakta atau fenomena alam untuk merumuskan suatu model teori. ‘Padahal, dalam melakukan generalisasi inilah, tumbuh kreativitas anak dalam melihat fenomena alam.

(dikutip dari Prof. Tjia May)

Ketika saya mendaftar program Master di Jerman, saya diminta mengirimkan nilai STTB dari SD s.d. SMA, dan panitia seleksi kagum akan mutu nilai kuantitatif dari STTB tersebut (kecuali STT SMA, dimana ada 2 nilai merah,, hehehe..)

Beberapa minggu lalu, salah seorang Profesor menyindir dalam sebuah workshop, “Beberapa negara berkembang terkenal akan tingginya kualitas pendidikan “elementary” s.d. “senior high school”, dimana sejak kanak-kanak telah diajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan. Hal tersebut berbeda dengan sistem pendidikan dasar dan menengah di Jerman. Selain hanya memberikan mereka “basic knowledge” sebagai persiapan sebelum mereka memasuki “Berufsbildungswerk” (vocational education) atau Universitaet sebagai jenjang pendidikan tinggi, pengajar dan peserta didik saling berinteraksi harmonis dalam meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai aktualitas sosial atau gejala alam yang terjadi, sekaligus memperkaya wawasan mereka dengan prediksi-prediksi ilmiah sederhana mengenai suatu kejadian di masa lalu dan saat ini, untuk meningkatkan “awarness” mereka. Bla bla bla (saya lupa dia ngoceh apalagi, gak sempat dicatat di notepad)”

Saya mengangkat tangan, dan nyeletuk dengan cuek, “Sistem pendidikan Jerman tentu berbeda dari segi karakter, target dan juga regulasi serta legislasi yang mendukung hal tersebut dapat terjadi secara berkesinambungan dan berdaya guna dibandingkan dengan negara berkembang, katakan dalam hal ini Indonesia. bla bla bla bla…. (saya lupa ngomong apa, dengan bahasa Inggris yang makin ancur lebur,, hehehe,,).

Intinya, mumet kalo diskusi tentang Sisdiknas Indonesia :)

———————
Teuku Reiza Yuanda
http://www.linkedin.com/in/teukureiza

—– Original Message —-
From: Lili Tjarli
To: indonesia@
Sent: Wednesday, September 24, 2008 2:27:55 AM
Subject: [indonesia] Re: [kalam_salman] Re: Berbaktilah pada Bangsa dan Negara Tetangga Kita

Kalu begitu kita usulkan saja pelajaran SD kls 1 sd 4 hanya pelajaran Membaca, Menulis dan Berhitung serta Budi Pekerti dan Agama.

Setelah itu kls 5 dan 6 disiapkan pelajaran untuk menghadapi masa depan Republik ini.

Republik ini mau dirancang untuk jadi negara apa sih? Negara industri ? negara agraris atau hanya jadi trader/makelar saja?

From: indonesia-bounce@ [mailto:indonesia-bounce@] On Behalf Of Dadi Maspanger
Sent: Wednesday, September 24, 2008 6:23 AM
To: indonesia@
Subject: [ indonesia ] Re: [kalam_salman] Re: Berbaktilah pada Bangsa dan Negara Tetangga Kita

Kulo nuwun, nimbrung ah !

(1) Saya senada dengan fikiran bang AZA, barangkali maksud beliau ini kok mata pelajaran di SD s/d SMA itu buanyak sekali, jauh lebih banyak saat kita dulu sekolah. Coba bayangkan, kami di rumah berbahasa Indonesia , tidak bisa ngajarin bahasa daerah. Si anak pusing bukan main belajar bahasa daerah yang grammar nya ngejelimet (lebih mudah bahas Inggris lho). Buku PMP, IPS, agama (maaf) berjubel. Padahal untuk agama, pendidikan di rumah lebih efektif, kita datangkan guru ngaji yang juga ngajarin fikih tauhid. Tujuan kurikulum mungkin bagus, tapi menurut saya terlalu berlebihan. Pengembangan wawasan sosial, kepribadian, keagamaan, kenegaraan, kecintaan terhadap NKRI, memang perlu. Tapi kok banyak amit, sampai-sampai anak2 kelelahan, kasihan otaknya yang masih kecil, dipaksakan menampung. Akibatnya apa? mereka tidak optimal menguasai ilmu2 “penting” yang lebih menentukan perjalanan karier mereka. Saya dengar di Amrik, anak2 sejak dini lebih difokuskan ke pengembangan bakat mereka (tentunya berdasarkan evaluasi psikologis). Misal, kalau mereka sangat menyenangi bidang ilmu hitam, hahaha, yah diasah terus itu, tanpa dibebani oleh kesibukan mata pelajaran yang lain. Memang dilematis, sekarang sudah terlanjur basah. Kalau ada degradasi jumlah mata pelajaran, mau dikemanain itu guru-guru, padahal yang berstatus guru honor saja masih numpuk.

(2) Tentang China dan India , saya kebetulan pernah studi bareng dengan mereka. Teman-teman dari China memang sangat serius. Kalau weekend kita ke kafe2 atau look around mumpung di negeri orang, mereka lebih senang ngamer atau diskusi kuliah dengan sesamanya. Otaknya sih biasa2 saja, tapi motivasinya tinggi sekali. Ceritanya waktu itu masih zaman Deng Shiopeng, komunis masih ortodox. Mereka berharap setelah lulus bisa jadi pegawai pemerintah dengan gaji gede dan gengsi yang tinggi, daripada jadi buruh ala komunis saat itu. Mereka berlomba-lomba membuat karya tulis di Jurnal-jurnal top Internasional. Coba kita lihat banyak sekali nama-nama Chen, Chou, Ming, Lee, dll. Tapi nama-nama seperti Suroto, Sadikin, Dadang, Ningsing, Cecep, Dulah, dll jarang sekali, hehehe.

(3) Apapun juga konsepnya apa itu BD menjadi BG, yang jelas iklim di kita kurang kondusif untuk memberi penghargaan yang layak buat para intelektual kita. Ada baiknya kita lebih merenung, betapa demikian dahsyatnya dampak dari carut marutnya law-enforcement. Bukankah karena itu kemudian menyebabkan ekonomi biaya tinggi, pungutan-pungutan liar atau resmi yang demikian banyak, loss value dari aset yang demikian drastis, dll inefisiensi perusahaan yang menyebabkan hengkangnya tenaga-tenaga profesional kita ke perusahaan asing yang kondisinya jauh lebih nyaman. Bandingkan dengan India atau China , yang kini katanya sangat baik penegakan hukumnya.

(4) Ini mungkin agak out of scope, tapi masih ada kaitannya dengan apa itu BD, BG, or BC (Inisial itu di Indonesia lebih populer dengan singkatan = Banyak Dosa, Banyak Garong, dan Banyak Calo/Curang/Cuap). Saya merasa kita sekarang membutuhkan hadirnya kembali seorang Negarawan tulen, seperti dulu Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Bung siapa lagi. Mungkin ada benarnya juga pendapat beberapa kalangan, bahwa kita memerlukan orang-orang fresh yang relatip terbebas dari dosa masa lalu. Logikanya kalau para pemimpin masih berlepotan harta haram atau harem, apakah mereka akan serius memberantas KKN. Tentu mereka akan sangat super hati-hati, sambil dibentengi oleh pengacara2 spesialis pembela yang gak bener, lalu menjalankan trik-triknya agar mereka tidak tersodok KPK.

(5) So, memang negara kita masih bermasalah dalam banyak hal, termasuk pendidikan, mulai dari mempersiapkan kader intelektual di tingkat pemula, hingga mengelola hasilnya setelah mereka siap terjun di sektor ril. Apapun juga strategi memajukan bangsa, tetap akan mentok jika aturan-aturan tentang hidup yang dibuat dengan sengaja oleh manusia, ternyata dengan sengaja juga masih dilanggar.

Thanks, wass.

DM

— On Tue, 9/23/08, Achmad Zaenal Abidin wrote:

From: Achmad Zaenal Abidin
Subject: [ indonesia ] [kalam_salman] Re: Berbaktilah pada Bangsa dan Negara Tetangga Kita
To: kalam_salman@
Cc: indonesia@
Date: Tuesday, September 23, 2008, 3:18 PM

Ada yang tahu ? berapa % dari seluruh potensial intelektual yang lari ke luar negeri ?
Dan berapa % dari intelektual luar negeri yang masuk ke Indonesia seperti yang dikatakan Pak Kusmayanto sebagai “brain circulation” ?

Apakah jumlah mata pelajaran/jam belajar SD, SMP dan SMA sekarang ini tidak bisa dikurangi agar biaya pendidikan lebih murah dan bisa gratis sampai lulus SMA dengan tetap kompetitif melawan kwalitas international ? atau justru harus ditambah ? tapi misalnya hanya bahasa Inggris ?

Salam,
Zaenal

At 11:05 23/09/2008, Turino Yulianto wrote: